TOKYO,MENITINI.COM — Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Tokyo, Jepang, menghasilkan langkah konkret dalam mendorong percepatan investasi strategis, terutama di sektor energi dan hilirisasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat arahan langsung dari Presiden untuk memastikan dua agenda utama berjalan optimal, yakni percepatan investasi transisi energi dan pengembangan proyek Blok Masela.
“Pertama memastikan percepatan investasi transisi energi, dan kedua menyangkut INPEX serta Blok Masela,” ujar Bahlil dalam keterangan pers di Tokyo, Senin (30/3/2026).
Menurut Bahlil, proyek Blok Masela kini telah mencapai titik kepastian setelah melalui proses panjang selama puluhan tahun. Nilai dasar pengembangan proyek (DPOD) diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS, dengan tambahan sekitar 1 miliar dolar AS untuk penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture storage/CCS).
Dengan demikian, total investasi proyek tersebut mencapai sekitar 20,9 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp300 triliun, dengan potensi peningkatan seiring dinamika geopolitik global.
Bahlil menegaskan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan percepatan implementasi proyek tersebut karena dinilai strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya di sektor minyak dan gas (migas).
“Jika ini terealisasi, ketahanan energi kita akan semakin kuat sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas dunia,” tegasnya.









