PPLN yang Tiba di Pelabuhan Benoa, Karantina di Aston Kuta dan Prime Plaza Sanur

PPLN tiba di Pelabuhan Benoa dikawal petugas naik kendaraan kendaraan selanjutnya ke hotel karantina yang disiapkan pemerintah
DIKAWAL KETAT -PPLN tiba di Pelabuhan Benoa dikawal petugas selanjutnya menuju kendaraan yang disiapkan untuk hotel yang disiapkan pemerintah. (FOTO/M-006)

DENPASAR, MENITINI – Belasan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang tiba melalui Pelabuhan Benoa Sabtu (15/1/2022) pukul 10.00 Wita saat ini dikarantina di Hotel Aston Kuta dan Sanur Prime Plaza Sanur.

Belasan PPLN ini  langsung menuju ke lokasi Karantina yang telah disiapkan pemerintah.  Informasi yang dihimpun, belasan PPLN itu dikarantina di dua lokasi yakni Aston Hotel Kuta dan Sanur Prime Plaza

Pantauan MENITINI di lokasi, para PPLN ini saat turun di Benoa dipandu langsung oleh petugas dari Polri dan Satgas Nasional Covid-19. Mereka berjalan  antri naik ke kendaraan yang sudah disiapkan Satgas.

Mereka sudah melakukan perjalanan dari Singapura dan sebagian lainnya berasal dari Jepang.

Sementara Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp menjawab agar langsung konfirmasi ke Satgas Nasional.

Sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada Forkopimda Bali, untuk terus melakukan penguatan juga pengetatan proses pemeriksaan prokes hingga menuju ke tahapan karantina terhadap Pelaku Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang tiba di Pelabuhan Benoa

“Baik Anak Buah Kapal (ABK) usai bekerja di luar negeri, maupun wisatawan asing, yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Benoa, Bali, ini pengetatan Prokes dari mulai tiba sampai ke lokasi Karantina,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai meninjau langsung kedatangan PPLN di Pelabuhan Benoa, Bali.

BACA JUGA:  18 Warga NTT Pekerja Tambang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Papua Barat

Kapolri yang didampingi Gubernur Wayan Koster dan Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Danun Jaya memastikan proses penegakan protokol kesehatan (Prokes) hingga masa karantina PPLN yang masuk ke Indonesia, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 varian Omicron.

“Dari proses masuknya, kita ingin mengetahui bagaimana proses pemeriksaan, khususnya terkait dengan masalah prokes. Karena memang kita harus betul-betul ketat dalam pengawasan titik-titik yang digunakan untuk pintu masuk PPLN,” kata Jenderal Sigit.

Dalam peninjauannya, Sigit menyebut, petugas melakukan tes swab antigen ke ABK dan wisatawan asing di atas kapal sebelum dilanjutkan ke proses karantina.

Demi memperkuat pengawasan, Sigit juga mengimbau para PPLN tmengunduh aplikasi Aplikasi Monitoring Karantina Presisi.

Pada proses selanjutnya, Sigit mengatakan, para PPLN juga akan dilakukan Swab RT-PCR dan pemeriksaan kesehatan di ruang khusus yang disiapkan.

Setelah itu, para PPLN akan dibawa ke rumah sakit (RS) rujukan ataupun tempat karantina yang telah disiapkan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

“Kemudian tadi ada beberapa penyesuaian kita minta untuk pada saat sebelum turun kemudian mengunduh aplikasi Karantina Monitoring Presisi. Demikian juga bagi wisatawan ataupun ABK yang sudah laksanakan Swab PCR. Selanjutnya dibawa ke tempat karantina yang sudah dipersiapkan oleh Bapak Gubernur,” kata mantan Kabareskrim Polri itu.

Dalam peninjauan mantan Kapolda Banten mengakui proses penegakan prokes hingga karantina sudah berjalan dengan baik. Walaupun tetap harus ada penyesuaian dan penyempurnaan lagi kedepa

BACA JUGA:  Tak Bisa Pulang karena Perang, Dua Warga Rusia Kehabisan Biaya, Terlantar di Bali

“Saya kira beberapa hal itu yang tentunya ke depan akan terus kita perbaiki dan kita sempurnakan,” ucapnya

Menurut Sigit, perkembangan varian Omicron di Indonesia saat ini didominasi oleh penyebaran imported case yang masuk melalui Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Oleh sebab itu, Sigit menekankan pentingnya penegakan prokes dan karantina di Pelabuhan Benoa, yang notabene menjadi salah satu pintu masuk Indonesia.

“Karena itu, kita juga menjaga melalui Pelabuhan Benoa juga dalam kondisi melalui standar operasional prosedur yang sama. Terkait dengan proses prokes sebelum masuk ke karantina,” tutur Sigit.

Sigit menyebut, dengan diterapkannya aplikasi Monitoring Karantina Presisi di Pelabuhan Benoa, maka pengawasan PPLN yang melakukan karantina akan semakin kuat. Lantaran, lanjut Sigit, hal itu bisa mencegah adanya potensi PPLN yang tidak menjalani karantina.

“Kita juga tempatkan petugas aplikasi yang bisa memonitor bagi masyarakat atau wisatawan dan ABK yang dikarantina. Dan bila kemudian kabur maka dengan aplikasi kita persiapkan akan berikan notifikasi. Sehingga kemudian, kita bisa segera melakukan pencarian dan membawa kembali masuk. Saya kira rangkaian dari prokes hingga pengawasan karantina dan memastikan pelaksanaan karantina bisa dilaksanakan secara disiplin ini tentu menjadi bagian yang terus kita awasi,” tandas Sigit.(M-006/003)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*