logo-menitini

Perundungan Kerap Terjadi di Lingkungan Pelajar

Kajari Denpasar pimpin upacara di SMAN 7 Denpasar.
Kajari Denpasar pimpin upacara di SMAN 7 Denpasar. (Foto:ist)

DENPASAR,MENITINI.COM – Siswa pelajar diingatkan untuk tidak melakukan perundungan atau bullying. Selain menimbulkan dampak buruk terhadap korban, pelaku perundungan dapat berhadapan dengan aparat hukum.

Pernyataan ini muncul dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar Yuliana Sagala, saat menjadi menjadi pembina upacara di SMA Negeri 7 Denpasar dalam rangka hari pertama masuk sekolah.

“Perundungan yang terjadi di sekolah sesungguhnya adalah tindakan sengaja seseorang atau kelompok untuk menyakiti secara fisik, verbal, psikologis, sehingga korban perundungan merasa tidak berdaya,” ujarnya, Senin (18/7/2022).

BACA JUGA:  Satgas PKH Ambil Alih 1.699 Hektare Lahan Tambang PT AKT di Kalimantan Tengah

Menurutnya, ia perlu menyampaikan hal ini dikarenakan kasus bullying sering terjadi pada usia remaja terutama antar teman sebaya. 

Dirinya berharap para siswa dan siswi SMA Negeri 7 Denpasar mengetahui bahaya bullying terhadap sesama.

“Jangan bertindak semena-mena pada teman, mari bersama menciptakan lingkungan harmonis untuk mencapai kesuksesan,” tuturnya.

BACA JUGA:  JPU Ungkap Bukti Kerja Sama Terdakwa dalam Perintangan Penyidikan Kasus Besar

Di hadapan 1.600 siswa/siswi SMA Negeri 7 Denpasar, Yuliana Sagala juga meminta para pelajar selalu menjaga diri dari segala bentuk penyalahgunaan narkotika dan psikotropika. 

Usai memimpin upacara, Kajari mengatakan jika kegiatan ini merupakan serangkaian menjelang Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke-62 pada tanggal 22 Juli 2022 mendatang.

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>