Penjabat Gubernur ke PT Bali CMPP, Jangan Terus Diberi Janji, Kasihan Pemkot Denpasar Pontang-Panting

DENPASAR, MENITINI.COM- PT Bali Citra Metro Plasma Power sebagai pengelolah sampah di ibukota Provinsi Bali, Denpasar sudah berkali kali diingatkan menepati janji sesuai dengan yang dijanjikan ke pemerintah Kota Denpasar.

Pada rapat kordinasi percepatan pengelolaan sampah di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar pada Sabtu (13/1/2024) lalu, Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya kembali menegur dan mengingatkan PT Bali CMPP.

Menurutnya, TPST Kesiman Kertalangu yang ditargetkan bisa mengolah 450 ton sampah per hari saat ini hanya di kisaran 80 ton. “Jangan terus diberi janji, kasihan ini Pemkot Denpasar pontang-panting.  Dan terus terang Pemprov Bali juga merasa tidak nyaman dengan kondisi ini,” kata Pj Gubernur kepada staf Bali CMPP tanpa dihadiri GM PT Bali CMPP.

Ia mengatakan, hambatan kurang optimalnya TPS3R/ TPST dalam menangani sampah dari Badung dan Denpasar harus segera diselesaikan.  

BACA JUGA:  24th ASEAN Energy Business Forum Set to Support Lao PDR's ASEAN Chairmanship

Menurut jenderal dengan bintang dua di pundak ini, permasalahan sampah sudah menjadi perhatian serius bapak presiden sejak sebelum G20, dan sampai saat ini pengelolaannya belum optimal.

Untuk itu, Mahendra berharap rapat kali ini bisa memberikan solusi terkait hambatan yang ditemui, termasuk evaluasi dari kinerja Bali CMPP selaku pengelola yang sebelumnya sudah diberikan deadline (tenggat waktu) hingga akhir tahun 2023.

Mahendra kembali menegaskan, jika ketiga TPST di Denpasar (TPST Kesiman Kertalangu, TPST Padangsambian, TPST Tahura Suwung) dapat beroperasi secara penuh dengan total kapasitas 1.020 ton maka permasalahan sampah di Kota Denpasar harusnya teratasi dan tidak lagi ada pengiriman sampah ke TPA Suwung.

Terbakarnya TPA Suwung dan sejumlah TPA lain di Bali menurut Mahendra harus jadi pembelajaran bagaimana mengelola sampah dan tidak bergantung pada TPA sebagai lokasi penampungan terakhir.

BACA JUGA:  Perwira Polisi di Kuta Selatan yang Rutin Edukasi Masyarakat Terkait Pemilahan Sampah

“Jadi bagaimana kita bangun ekosistem pengelolaan sampah yang baik di Denpasar. Orang datang ke Bali kan ingin lihat yang indah, yang bersih bukan malah sampah yang menumpuk,”tegasnya mengingatkan

Seperti diberitakan sebelumnya, menindaklanjuti arahan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan terkait optimalisasi penanganan sampah di Bali khususnya TPS3R/TPST, Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya menggelar rapat koordinasi, Sabtu (13/1/2024)  

Rapat koordinasi di ruang pertemuan TPST Kesiman Kertalangu membahas strategi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, dalam optimalisasi TPS3R/TPST,

Dalam kesempatan tersebut, rapat dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Dr. Nani Hendiarti, Prof. Mari Elka Pangestu, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa serta undangan terkait lainnya. Sementara General Manager Bali PT Bali Citra Metro Plasma Power tidak hadir.

BACA JUGA:  Penanaman 10.000 Mangrove di Kawasan Tahura Tanjung Benoa

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Dr. Nani Hendiarti, meminta Pemda Kota Denpasar secepatnya duduk bersama memastikan kesanggupan PT Bali CMPP.  

Karena selama ini Bali CMPP tak mampu memenuhi target kapasitas pengolahan sampah 1.020 ton per hari. Ketiga TPST di Kota Denpasar, Kesiman Kertalangu, TPST Tahura Suwung dan TPST Padangsambian yang dikelola Bali CMPP hanya mampu memenuhi kapasitas 80 ton per hari.

Nani Hendiarti menyarankan, bila tidak bisa sama sekali memenuhi target itu, maka dapat diputus kontraknya. “Jika mereka tidak sanggup dengan pengelolaan di tiga TPST, maka bisa difokuskan untuk satu TPST saja. Atau jika tidak bisa sama sekali diambil tindakan tegas seperti diputus kontrak. Selanjutnya akan ada beberapa cara lagi jika sudah disepakati bersama hasil dari pertemuan dengan CMPP,” kata Nani. (M-003)

  • Editor: Daton