Pencabutan Aturan Emisi PLTU Batu Bara di AS Picu Kekhawatiran Lonjakan Polusi

Presiden Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

MATS pertama kali diberlakukan pada 2012 di era Presiden Barack Obama dan disebut berhasil menurunkan emisi merkuri hingga 90 persen. Aturan tersebut kemudian diperkuat kembali pada masa Presiden Joe Biden setelah sebelumnya sempat dilonggarkan.

Secara ilmiah, PLTU batu bara merupakan sumber emisi merkuri terbesar dari aktivitas manusia. Zat berbahaya ini dilepaskan ke atmosfer, turun bersama hujan, lalu masuk ke perairan dan terakumulasi dalam rantai makanan—terutama ikan—yang akhirnya dikonsumsi manusia. Dampaknya bukan hanya pada kualitas udara, tetapi juga pada keamanan pangan dan kesehatan jangka panjang.

BACA JUGA:  Prabowo Temui Kaisar Jepang Naruhito, Bahas Isu Strategis hingga Pererat Hubungan Personal

Kelompok lingkungan menilai MATS telah berkontribusi menyelamatkan ribuan jiwa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar pembangkit. Mereka khawatir pelonggaran standar akan membuka peluang meningkatnya polusi udara, terutama di wilayah yang selama ini sudah terbebani aktivitas industri energi fosil.

Di sisi lain, pelaku industri batu bara menilai regulasi yang ketat membuat biaya operasional melonjak dan mengancam keberlanjutan pembangkit. CEO America’s Power, Michelle Bloodworth, menyatakan pencabutan aturan ini penting untuk menjaga pasokan listrik tetap andal dan terjangkau.

BACA JUGA:  Kementerian Lingkungan Hidup Buka Usulan Calon Penerima Penghargaan Kalpataru 2026

Perdebatan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan kembali mengemuka. Di tengah urgensi penanganan perubahan iklim dan perlindungan kesehatan publik, kebijakan energi Amerika Serikat kini berada di persimpangan antara ekspansi industri batu bara dan komitmen terhadap udara bersih.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Wiradarma, Sp.PD

Mengenal Bahaya Kolesterol Tinggi

DENPASAR,MENITINI.COM – Kolesterol merupakan komponen lemak yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh dalam kondisi yang sesuai. Kolesterol memiliki banyak fungsi, antara lain sebagai bahan pembentuk hormon

Ilustrasi

Makna dan Filosofi Hari Raya Pagerwesi

Pada hari Rabu, 8 April 2026, umat Hindu merayakan Hari Raya Pagerwesi, sebuah hari suci yang sarat akan makna spiritual dan filosofis. Kata Pagerwesi berasal

Efek Ronaldo

Ronaldo Effect Membuat Sensasi di Dunia Sepak Bola

DENPASAR,MENITINI.COM – Kabar terbaru menyebutkan bahwa tiket pertandingan Timnas Portugal di fase grup Piala Dunia 2026 habis terjual karena tingginya antusiasme. Bahkan, laga kontra Kolombia

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top