PENA NTT dan KAHMI Bali Donor Darah di RSU Puri Raharja

Donor darah anggota PENA NTT dan KAHMI Bali di RS Puri Raharja, Sabtu (24/10/2020)

DENPASAR, MENITINI.COM Anggota Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT Bali dan Korps Alumni Mahasiswa Islam (KAHMI) Bali berpartisipasi dalam kegiatan sosial donor darah. Donor darah  di Lantai 4 Gedung RS Puri Raharja Bali Jl WR Supratman Denpasar, Selasa (24/20/2020).

Ketua PENA NTT Igo Kleden mengatakan, PENA NTT Bali pertama kali mengikuti kegiatan donor darah.  “Anggota PENA ini lebih banyak yang wartawan. Wartawan harus donor daraH. Tidak hanya menulis berita orang donor darah,” ujarnya.

Igo Kleden mengakui setelah diperiksa, tidak semua wartawan NTT bisa mendonorkan darah, sebab terkendala teknis seperti HB rendah dan sebagainya. “Kegiatan donor darah ini salah satu bagian dari program Pena NTT dibawah Divisi Sosial. Program dari Divisi Kajian segera kita laksanakan. Bila tak ada halangan, pada pertengahan Nopember akan digelar diskusi dengan tema “Qua Vadis Pariwisata Bali”. Menghadirkan beberapa pembicara yang kompeten di bidangnya,” kata Igo Kleden.

Presidium Pengurus Harian KAHMI Bali, Umar Ibnu Alkattab menilai, kegiatan donor darah harus ditingkatkan intensitasnya agar rasio ketersediaan darah aman bagi pasien yang membutuhkan donor.

BACA JUGA:  Enam Makanan Penurun Kadar Kolesterol

Di masa pandemi, Umar berharap perhatian atau apresiasi lebih ditunjukkan pemerintah bagi para pendonor aktif. Misalnya, mendapat perlakuan istimewa saat menggunakan fasilitas rumah sakit. “Memberikan tidak hanya apresiasi administratif seperti ucapan terima kasih, melainkan diberikan perlakuan khusus bagi pendonor. Misalnya, kemudahan dalam memperoleh layanan kesehatan. Jangan pendonor saat masuk ke rumah sakit diperlakukan seperti orang biasa,” ungkapnya.

Selaku Presidium KAHMI dan Ketua Dewan Penasihat PENA NTT, Umar mengajak semua pihak agar ikut menyumbangkan darahnya bagi semua warga masyarakat yang membutuhkannya. Ia mengatakan,
setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi kehidupan orang yang membutuhkan. “Hari ini baik PENA NTT maupun KAHMI Bali telah ikut berpartisipasi donor darah bersama dengan elemen masyarakat lainnya. Saya mendengar adar terkumpul 52 kantong darah. Ini luar biasa. Kesadaran sosial ini harus terus dibina agar semakin banyak orang diselamatkan. Ingat, setetes darah anda akan sangat berarti bagi orang lain,” urainya.

Ada 75 orang diundang sebagai pendonor, 58 hadir, dan 52 dipersilakan menyumbangkan darah setelah melewati pemeriksaan kondisi tubuh.

BACA JUGA:  Yoga, Olah Raga yang Disarankan untuk Menenangkan Pikiran dan Membentuk Tubuh Ideal

Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia Daerah Bali, Ketut Pringgantara mengatakan, kebutuhan dan permintaan darah meningkat setiap hari. Tapi, pendonor mengalami penurunan dipicu pandemi Covid-19.

Penurunan jumlah pendonor ini, jelasnya terjadi sejak bulan Maret 2020. “Kami tidak berhenti. Kami membuat strategi. Kami datang ke banjar-banjar. Jemput bola. Kami edukasi masyarakat kemudian kami datangi tokoh masyarakat. Gayung bersambut, kami adakan kegiatan setiap dua setengah bulan sekali di Banjar Segara, Kuta. Kami dapat sekitar 300 lebih kantong,” tandasnya.

Meski demikian, Pringgantara menyebut saat darah masuk ke RS melalui PMI persediaan selalu timpang. Antara Maret hingga Juni 2020, persediaan darah turun hingga 70 persen. “Hampir setiap hari ada laporan pihak rumah sakit kekurangan persediaan darah. Seperti kemarin, seorang penderita sakit jantung membutuhkan darah hb 20 kantong. Kami kumpulkan kawan-kawan dapat 15 kantong darah. Persediaan darah di bank darah sangat fluktuatif,” ujarnya. poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*