Di sisi lain, Plt. Kadis PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa menjelaskan bahwa Museum Perdamaian Bali akan mengusung konsep “Samsara” yang menggambarkan siklus lahir, hidup, dan mati. Museum direncanakan dibangun di atas lahan seluas sekitar 15 are dengan dilengkapi basement, serta berlokasi di sebelah Monumen Bom Bali.
“Bagian depan akan diisi halaman dan taman. Di dalam museum terdapat dokumentasi peristiwa Bom Bali yang dilengkapi diorama dan auditorium, sementara di bagian belakang akan dibangun perpustakaan dan pusat informasi,” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, Museum Perdamaian diharapkan mampu menjadi ruang edukasi yang mendalam sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga perdamaian dan toleransi.*
- Editor: Daton









