“Kegiatan ini mempertemukan petani, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif dengan asosiasi pengusaha pasar swalayan serta pelaku pariwisata. Tujuannya membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk pertanian lokal,” jelasnya.
Wijana menambahkan, selain membuka peluang kerja sama bisnis, petani juga diberikan wawasan terkait standar kualitas, sertifikasi, serta kebutuhan pasar pariwisata. Di sisi lain, pelaku pariwisata dapat mengenal langsung komoditas lokal yang ditawarkan serta menjajaki potensi kerja sama jangka panjang.
Melalui skema temu usaha ini, Pemkab Badung berharap terbentuk ekosistem ekonomi lokal yang saling menguntungkan, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung pariwisata Badung yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.*
- Editor: Daton









