BADUNG,MENITINI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung menggandeng Pemerintah Inggris untuk menjajaki pengembangan infrastruktur hijau dan sistem transportasi berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mengatasi kemacetan sekaligus menjaga daya saing Badung sebagai destinasi pariwisata dunia.
Penjajakan kerja sama tersebut mengemuka saat delegasi Kedutaan Besar Inggris yang dipimpin Minister Counsellor for Development Peter Rajadiston berkunjung ke Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Jumat (21/8). Delegasi juga melibatkan tim teknis serta mitra pelaksana dari PwC.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, dukungan internasional dapat menjadi energi tambahan untuk mempercepat transformasi sistem transportasi Badung agar lebih modern, tertata, dan ramah lingkungan.
“Kami terbuka terhadap kerja sama yang memberikan solusi konkret bagi persoalan transportasi, kemacetan, dan infrastruktur hijau. Kami harap kerja sama ini tidak berhenti pada diskusi, melainkan diwujudkan dalam program aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan pariwisata Badung,” ujar Adi Arnawa.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian utama adalah kawasan pariwisata Kuta. Pemkab Badung tengah mendorong penataan transportasi melalui penyediaan kantong parkir terpusat, penertiban parkir liar di jalur umum, penataan pedestrian, serta pengembangan transportasi publik rendah emisi karbon.
Adi Arnawa menegaskan, sterilisasi ruang jalan menjadi langkah awal sebelum penerapan moda transportasi publik dengan jalur khusus, termasuk rencana pengembangan transportasi massal berbasis trem.
“Langkah awal kami adalah mengamankan ruang jalan dari parkir liar. Transportasi publik tidak akan efektif jika langsung diterapkan tanpa jalur khusus yang steril dari kemacetan jalur umum. Jika ruang jalan sudah steril, barulah kita terapkan moda transportasi khusus tersebut,” tegasnya.
Untuk mendukung kebijakan itu, Pemkab Badung juga tengah mematangkan sejumlah lokasi yang akan dikembangkan sebagai center park atau kantong parkir terpadu. Lahan-lahan strategis di kawasan pariwisata dan pusat perbelanjaan disiapkan untuk mengurangi penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir.
Dengan skema tersebut, Pemkab Badung berharap pergerakan kendaraan maupun pejalan kaki dapat lebih tertib sekaligus mengurangi tekanan terhadap ruas jalan di kawasan pariwisata.
Kerja sama dengan Inggris tersebut merupakan tindak lanjut dari Strategic Partnership Indonesia-Inggris. Penjajakan ini juga berkaitan dengan kunjungan kerja Gubernur Bali ke Inggris dalam rangka London Climate Action Week.
Pemerintah Inggris disebut siap memberikan dukungan teknis untuk pengembangan kawasan rendah emisi atau Ultra Low Emission Zone (ULEZ) serta membantu mendorong transisi menuju sistem transportasi publik rendah karbon.
Peter Rajadiston mengatakan Badung memiliki posisi strategis dalam perekonomian dan pariwisata Bali sehingga pembenahan sistem mobilitas menjadi hal penting.
“Kabupaten Badung memegang peran kritis dalam perekonomian dan pariwisata Bali. Kami sangat kagum dengan visi Bapak Bupati serta prioritasnya yang jelas mengenai mobilitas perkotaan berkelanjutan,” kata Peter.
Ia menegaskan Pemerintah Inggris berkomitmen mendukung Badung dalam mengembangkan solusi transportasi rendah karbon dan infrastruktur hijau.
“Melalui kemitraan strategis ini, Pemerintah Inggris berkomitmen penuh mendukung upaya Badung mengembangkan solusi transportasi rendah karbon dan infrastruktur hijau demi masa depan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemkab Badung berharap sinergi dengan Pemerintah Inggris dapat berlanjut ke tahap implementasi, sehingga menghasilkan sistem transportasi yang lebih tertata, rendah emisi, dan mampu menjawab tantangan mobilitas di kawasan pariwisata.
Selain mengurai kemacetan, pembenahan tersebut diharapkan memperkuat kenyamanan wisatawan sekaligus mempertahankan posisi Badung sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia yang adaptif terhadap perubahan iklim. (M-011)
- Editor: Daton

