Pelaku Pariwisata Gumi Sasak Gelar Konvoi Sambut Era Normal Baru

Pelaku pariwisata NTB foto bersama usai konvoi

MATARAM, MENITINI.COM – Setelah vakum sejak Maret 2020 akibat pandemi Covid-19, kini para pelaku wisata di Gumi Sasak siap siap menyambut new normal. Minggu (21/6) kemarin mereka menggelar konvoi keliling. 

Konvoi melibatkan ratusan orang perwakilan pelaku wisata dari unsur tour and travel agent, pengelola hotel, dan pusat oleh-oleh di Lombok. Para peserta konvoi berkumpul di Tembolak yang berada di jalur By Pass Mataram sejak pukul 1400 Wita.

Total lebih dari 50 unit bus berukuran sedang dan besar ikut  berkumpul untuk berkonvoi. Konvoi dimulai dari Tembolak menuju Bandara International Lombok. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menyusuri jalur ByPass ke arah Senggigi dan berakhir di Pusat Oleh-Oleh Sasaku Senggigi.

Arve dari Amo Holiday Tour and Travel Organizer selaku panita penyelenggara menjelaskan jika kegiatan yang dinamakan “konvoi pariwisata” ini merupakan bentuk rasa syukur dan optimisme dimulainya kenormalan baru di sejumlah daerah. Ia mengaku, hampir empat bulan pariwisata di Lombok seperti mati suri akibat Covid-19. Akibatnya para pelaku wisata menjadi terpuruk. “Makanya kita berpartisipasi bersama seluruh pelaku wisata yang ada, baik itu travel agen, hotel maupun pusat oleh-oleh untuk mengadakan konvoi pariwisata ini,” terang Arve.

BACA JUGA:  Pasar Seni Senggigi Terbengkelai, Bupati Desak Pemprov NTB Segera Revitalisasi

Dia berharap kegiatan konvoi pariwisata ini akan mampu membangkitkan kembali gairah pariwisata di NTB, khususnya pariwisata di Lombok Barat. “Paling tidak dengan adanya kegiatan ini teman-teman yang sedang terpuruk dengan kondisi saat ini bisa mendapatkan sedikit harapan, bahwa pariwisata Lombok akan kembali bangkit dan kembali berjaya,” harapnya.

Tak hanya itu, dia juga berwacana bahwa pihaknya akan menggelar family gathering pada Agustus mendatang. “Insya Allah sekitar bulan Agustus mendatang kita akan buat satu event yang nanti akan melibatkan seluruh travel agent dan semua pelaku pariwisata agar hadir di Lombok untuk bisa mengikuti kegiatan familly gathering,” ujar Arve.

Dikonfirmasi terpisah Senin (22/6), Kepala Dinas Pariwisata Lobar H. Saiful Ahkam sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia menilai konvoi itu menjadi bukti bahwa para pelaku pariwisata sangat kompak.

Untuk target enam bulan ke depan sebut Ahkam, adalah bagaimana para pelaku mampu memasarkan dirinya dan memuaskan para pelanggan nantinya. Ia menyebut, kolaborasi antar pelaku sangat perlu dikedepankan.

BACA JUGA:  Atas Arahan Presiden Jokowi, Pemerintah Susun Protokol Kesehatan, Cegah Klaster Keluarga

“Jadi kegiatan itu seperti manasin mesin bahwa mereka (pelaku pariwisata) ini siap new normal. Kita apresiasi apalagi sesuatu yang sifatnya mandiri dari pelaku wisata. Satu hal yang paling penting adalah pariwisata ini ada kesadaran yang cukup bagus bahwa pariwista ini tidak bisa dijalani secara sepihak, tapi multipihak. Ini yang harus dirangkul dan membanggakan,” kata Ahkam.

Hal senada disampaikan salah satu anggota Komisi II DPRD Lombok Barat Abdul Madjid. Ia berpendapat kegiatan semacam ini menjadi upaya untuk mendorong dibukanya destinasi wisata, tentunya dengan standar protokol kesehatan Covid-19.

Hal lain yang perlu dikaji, lanjutnya, adalah transisi ke kenormalan baru kemudian bagaimana menjadi ajang berbenah untuk mengajarkan Sapta Pesona, salah satunya adalah kebersihan.

“Kemudian juga harus ada sosialisasi intensif, karena Satgas gugus tugas yang ada di Lombok Barat sekarang ini lebih difokuskan ke kecamatan. Karena itu mereka harus terus melakukan sosialisasi dengan melibatkan stakeholder pariwisata dan para pelaku penggiat pariwisata untuk kemudian bisa berlaku SOP atau Protap kesehatan Covid-19 terkait dengan pariwisata tersebut,” kata Abdul Madjid. san/ton

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*