Pedagang Berhamburan Minta Tolong, Ular Piton Panjang Empat Meter Masuk ke Rumah Warga

KARANGASEM,MENITINI.COM – Pedagang di Banjar Dinas Batumadeg, Desa Tista, Kecamatan  Abang, Karangasem dibuat heboh dengan penemuan ular piton di warung Gede Semadi, Kamis (14/3) lalu. Ular sepanjang 4 meter ditemukan di meja dagang, yang membuat pedagang yang melihat berhamburan keluar sambil berteriak minta bantuan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karangasem, Made Agus Budiasa, mengungkapkan, yang pertama  melaporkan adanya ular piton itu adalah pedagang. Karena ular piton cukup besar, jadi mengkhawatirkan. “Ularnya ditemukan di meja dagangan warga,” ungkap Agus, Jumat (15/3).

Petugas langsung ke lokasi setelah mendapat laporan itu, dan mengevakuasi menggunakan peralatan seadanya. Panjang ular sekitar 3,5 meter, dan diameternya lumayan besar. Untungnya tidak sampai melukai pemilik. Agus mengimbau warga untuk waspada dan hati -hati.

BACA JUGA:  Bintang Jatuh di Pundak, Brigjen Nunes Resmi Jadi Danrem 161/Wira Sakti

“Kami imbau masyarakat tetap waspada serta hati-hati, mengingat  banyak kasus ular masuk pekarangan dan rumah warga. Di 2023 mencapai puluhan kasus,” sambung mantan Kadis Perhubungan Karangasem tersebut.

Seringnya kasus ular masuk ke rumah serta pekarangan warga di Karangasem, sambungnya, kemungkinan karena musim hujan. Ular yang berada di sarangnya keluar karena dingin, setelah itu cari tempat hangat.

Warga yang rumahnya di dekat kebun diminta tetap waspada. Pun mengimbau agar menutup jendela dan pintu saat musim hujan, dengan  harapan ular dan hewan reptil lainnya tidak  masuk dalam rumah.

Apalagi sejak  beberapa minggu terakhir, Karangasem sering diguyur hujan. Makanya reptil berpotensi keluar serta cari tempat hangat untuk berteduh sementara.

BACA JUGA:  Bentrokan antara Warga Kembali Terjadi di Malra, Satu Tewas Dua Anggota Polisi Terkena Panah 

Untuk diketahui, tahun 2023, kasus ular masuk rumah dan pekarangan di Karangasem mencapai 60 kasus di beberapa kecamatan. Kasus tersebut sangat meresahkan dan membuat panik warga. Selain evakuasi ular, petugas pemadam kebakaran sering evakuasi tawon dan biawak. (*)