“Kalau kita bicara Kuta, salah satu yang paling menonjol adalah surfing. Ombaknya yang indah dan 5 besar terbaik dunia menjadikan daerah ini terkenal di kalangan wisatawan internasional. Saya ingin mengembalikan kejayaan Kuta, menjaga orisinalitas serta kenyamanan wisatawan, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan oleh masyarakat lokal,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Badung Anak Agung Rama Putra menjelaskan, kegiatan yang dilakukan merupakan pemeliharaan rutin pasir pantai pasca abrasi. Selain pengisian kembali area yang terkikis, pihaknya juga melakukan perapian jalur pejalan kaki yang terdampak pergerakan pasir dan gelombang laut.
“Iya, kami melakukan pemeliharaan pasir. Jadi yang terabrasi kami kondisikan. Ini sudah kami lakukan sejak hari Selasa. Kami juga sekaligus melakukan perapian walkway. Nanti yang masih berserakan, kami rapikan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Saat ini, penataan difokuskan pada area depan Hard Rock Kuta hingga ke selatan, serta di kawasan depan Beachwalk. Total panjang area pantai yang ditangani mencapai sekitar 100 meter, dengan pengerahan satu unit bulldozer dan satu unit excavator.
Pasir yang digunakan dalam kegiatan tersebut merupakan pasir eksisting di kawasan Pantai Kuta, sehingga tidak mengganggu keseimbangan lingkungan. Pemeliharaan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan kawasan pesisir sekaligus mempertahankan Pantai Kuta sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman.
“Sebagaimana komitmen pimpinan, pemeliharaan ini kami harap bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung, baik luar negeri maupun dalam negeri,” pungkasnya.*
- Editor: Daton









