Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa Perumda tidak boleh semata-mata berorientasi pada keuntungan bisnis, melainkan harus memberi manfaat nyata bagi petani. “Saya ingin Direksi terpilih memastikan gabah-gabah petani, jadi saya kepingin petani di Badung benar-benar merasakan bangga jadi petani. Kebutuhan akan petani, anak-anaknya yang memenuhi syarat yang memang mau kuliah S1 kita akan berikan beasiswa, karena kami ingin benar-benar meringankan beban petani, sehingga NTP (Nilai Tukar Petani) akan meningkat,” ujarnya.
Adi Arnawa juga mengakui bahwa pemerintah daerah melakukan berbagai bentuk intervensi dalam sektor pangan, namun bersifat edukatif. “Saya tidak mau melihat inflasi itu hanya mikirin bagaimana ketersediaan, tapi kita tidak pernah mengerti subjeknya petani, sehingga kita berikan insentif,” tegasnya.
Selain itu, ia memastikan evaluasi terhadap kinerja direksi akan dilakukan secara berkala. “Saya akan melakukan evaluasi (direksi -red) setiap tahun, dalam setiap tahun itu kinerja bapak buruk mohon maaf sekali siap-siap. Saya tidak bisa dipengaruhi siapapun saya lebih takut sama rakyat, buktikan apa yang bapak pernah sampaikan ke tim pansel buka hanya lips service saja, tapi implementasikan,” katanya.









