Nelayan Maluku Tengah Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat di Papua Barat Daya

Rony Fatubun, nelayan asal Desa Wahai yang hanyut terbawa arus laut dari Maluku hingga ke wilayah Misol, Papua Barat Daya.
Rony Fatubun, nelayan asal Desa Wahai yang hanyut terbawa arus laut dari Maluku hingga ke wilayah Misol, Papua Barat Daya.
AMBON, MENITINI.COM – Seorang nelayan asal Desa Wahai Kabupaten Maluku Tengah yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut, akhirnya ditemukan selamat di perairan Pulau Misol setelah dua hari terombang-ambing di laut lepas.
Nelayan tersebut diketahui bernama Rony Fatubun (40), ia dilaporkan hilang setelah tidak kembali dari aktivitas melaut seperti biasanya, yang kemudian timbul kekhawatiran pihak keluarga dan masyarakat setempat.
Peristiwa bermula ketika korban pergi melaut seorang diri menggunakan perahu longboat. Namun hingga waktu yang diperkirakan, korban tak kunjung kembali.
Keluarga yang cemas kemudian berupaya melakukan pencarian secara mandiri, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhammad Arafah menjelaskan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian ke sejumlah titik dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).
Saat pencarian dilakukan tim mendapatkan informasi dari Kapolsek Wahai, bahwa korban sudah ditemukan oleh warga di sekitar perairan Desa Yellu, wilayah Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (11/4/2026).
Saat ditemukan, korban dalam kondisi lemas akibat kelelahan dan kekurangan makanan selama berada di laut.
Ia masih berada di atas perahu miliknya yang diduga hanyut terbawa arus laut hingga ratusan kilometer dari titik awal keberangkatan.
“Korban pertama kali ditemukan oleh masyarakat Desa Yellu sebelum akhirnya di serakan ke Pos Patroli Laut TNI-AL dalam keadaan selamat, namun terlihat sangat lemas, diduga ia terbawa arus laut dari Maluku hingga ke wilayah Misol,” ujar Arafah.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diberikan pertolongan pertama oleh masyarakat setempat.
Kondisinya berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan medis oleh Pos Patroli TNI-AL Pulau Misol.
Mereka kemudian berkoordinasi untuk proses pemulangan korban ke daerah asalnya di Dusun Administrasi Perigi, Desa Wahai, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi para nelayan tradisional saat melaut, terutama ketika cuaca dan arus laut tidak bersahabat. Meski demikian, keselamatan Rony Fatubun menjadi kabar baik di tengah kekhawatiran keluarga dan masyarakat.
Kasus ini juga menegaskan pentingnya kewaspadaan, perlengkapan keselamatan, serta sistem komunikasi yang memadai bagi para nelayan, guna meminimalisir risiko saat beraktivitas di laut lepas. (M-009)
  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Arus Balik Lebaran di Maluku Berjalan Lancar, Transportasi Laut Jadi Andalan
Iklan

BERITA TERKINI

Pelepasan 2.000 ASN mengikuti pelaithan Komcad di Monas, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dua Ribu ASN Resmi Ikuti Pelatihan Komcad

JAKARTA,MENITINI.COM – Sebanyak 2.000 aparatur sipil negara (ASN) dari 49 kementerian dan lembaga resmi memulai pelatihan sebagai komponen cadangan (Komcad) dalam sebuah program yang tidak

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top