JAKARTA, Megabintang sepak bola Argentina Lionel Messi menuai kritik setelah menghadiri acara penghormatan di White House, Washington, DC, bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam acara tersebut, Messi terlihat bertepuk tangan ketika Trump menyampaikan pernyataan mengenai operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran, yang kemudian memicu reaksi keras dari sejumlah pengguna media sosial.
Acara itu digelar untuk menghormati keberhasilan klub Inter Miami CF yang menjuarai Major League Soccer (MLS) setelah mengalahkan Vancouver Whitecaps FC pada Desember lalu. Messi juga kembali dinobatkan sebagai MVP liga untuk musim kedua secara beruntun.
Dalam sambutannya, Trump menyambut langsung kehadiran kapten Inter Miami tersebut.
“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk mengatakan sesuatu yang belum pernah diucapkan presiden Amerika sebelumnya: ‘Selamat datang di Gedung Putih, Lionel Messi,’” ujar Trump saat berdiri di samping pemain berusia 38 tahun itu.
Trump juga memuji keberhasilan Messi sejak bergabung dengan Inter Miami pada pertengahan 2023. Menurutnya, eks pemain FC Barcelona itu mampu memenuhi ekspektasi besar publik.
“Leo, Anda datang dan langsung menang. Itu sangat sulit dilakukan dan sangat jarang terjadi. Tekanan pada Anda jauh lebih besar dari yang orang bayangkan,” kata Trump.
Namun acara tersebut juga diwarnai pernyataan politik. Trump membuka pidatonya dengan membahas serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran. Ia mengklaim operasi tersebut berjalan lebih cepat dari yang direncanakan.
“Militer Amerika Serikat bersama mitra Israel terus menghancurkan musuh sepenuhnya, jauh lebih cepat dari jadwal,” ujar Trump.
Pernyataan itu disambut tepuk tangan oleh sejumlah tamu yang hadir, termasuk Messi dan skuad Inter Miami. Momen tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu kritik.
Sejumlah pengamat dan warganet menilai Messi seharusnya tidak terseret dalam isu politik internasional. Penulis Palestina-Amerika Ali Abunimah menyebut aksi tersebut sebagai sikap “egois dan kosong”.
Sementara jurnalis Spanyol Leyla Hamed menilai momen itu “aneh” mengingat konflik di Timur Tengah masih berlangsung dan menelan banyak korban sipil, termasuk anak-anak.
Selain Messi, beberapa pemain Inter Miami turut hadir dalam acara tersebut, termasuk mantan rekan setimnya di Barcelona, Luis Suarez, serta gelandang Argentina Rodrigo De Paul.
Dalam kesempatan itu, Messi juga memberikan bola bertanda tangan kepada Trump sebagai cendera mata. Presiden AS itu kemudian mengungkapkan bahwa putranya, Barron Trump, merupakan penggemar besar Messi.
“Anak saya bilang, ‘Ayah, tahu siapa yang datang hari ini? Messi!’ Dia penggemar berat Anda,” kata Trump.
Trump bahkan sempat membandingkan Messi dengan legenda sepak bola Brasil Pele serta rival lamanya, Cristiano Ronaldo.
“Dia (Barron) juga suka Ronaldo. Cristiano hebat. Anda juga hebat,” ujar Trump.
Acara tersebut menandai Inter Miami sebagai tim MLS pertama yang diundang ke Gedung Putih selama dua masa jabatan Trump. *









