Menparekraf Temui Pelaku Usaha Bali Bahas Arah Pembangunan Sektor Parekraf ke depan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan pelaku usaha di Bali yang tergabung dalam Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) guna mendiskusikan arah pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan. (Foto: Kemenparekraf)

BADUNG,MENITINI.COM-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan pelaku usaha di Bali yang tergabung dalam Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) guna mendiskusikan arah pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan.

Menparekraf Sandiaga dalam Audiensi Bersama GIPI di The Royal Santrian, Nusa Dua, Bali, Selasa (3/9/2024) mengatakan tahun 2024 menjadi tahun transisi dimana dokumen perencanaan jangka menengah dan jangka panjang nasional dan sektoral disusun. Salah satunya penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Pariwisata yang menjadi acuan dalam pembangunan kepariwisataan dan ekonomi kreatif lima tahun ke depan.

BACA JUGA:  Meta Latih 200 UMKM Manfaatkan AI untuk Tembus Pasar Global

“Kemudian penyelesaian undang-undang pariwisata terutama yang berkaitan dengan aspek keberlanjutan juga pengelolaan desa wisata dan bagaimana kita membuka peluang usaha bagi UMKM khususnya di desa-desa wisata di Indonesia,” ujar Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga mengatakan, masukan atau usulan terkait arah kebijakan pembangunan industri pariwisata yang diharapkan oleh para pelaku usaha pariwisata terutama dari GIPI Bali sangat diperlukan. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa 50 persen devisa negara berasal dari sektor pariwisata Bali dan ekosistem pariwisata Bali telah menjadi acuan dari pariwisata dunia.

BACA JUGA:  Pelindo Lepas Ekspor Produk UMK Binaan Senilai Rp238 Juta ke Brunei Darussalam

“Ini (Renstra Pariwisata dan RUU Kepariwisataan) adalah perubahan yang cukup fundamental di dalam kepariwisataan kita, sehingga perlu kehati-hatian dan tidak terburu-buru karena masukan dari para pelaku pariwisata di seluruh wilayah nusantara ini sangat penting,” ujar Sandiaga.

Halaman 1 dari 3
Scroll to Top