Menghadapi 2026, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan lima program unggulan, mulai dari penguatan keamanan pariwisata, peningkatan kualitas desa wisata, pengembangan paket wisata tematik, penguatan Event by Indonesia, hingga penerapan konsep Tourism 5.0 berbasis teknologi.
Pengembangan pariwisata juga diperluas ke sektor seni, desain, dan tekstil, selain gastronomi, wisata kesehatan, dan bahari, untuk menyasar wisatawan kelas menengah atas.
Meski optimistis, Widiyanti mengakui masih ada tantangan mendasar, seperti konektivitas antarpulau, kebijakan visa yang kompetitif, pengelolaan lingkungan, pengendalian kepadatan pengunjung, serta ketersediaan tenaga kerja pariwisata bersertifikat.
“Saat ini kami melaksanakan program upskilling tahunan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata,” katanya.
Widiyanti menegaskan, dengan kolaborasi lintas sektor, pariwisata Indonesia diharapkan tumbuh sebagai sektor berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pariwisata harus menjadi kekuatan bersama yang menghadirkan kesejahteraan dan kebanggaan nasional,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pariwisata didampingi Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini serta Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham.*
- Editor: Daton









