Senin, 24 Juni, 2024

Langkah vs durasi olahraga - freepik

DENPASAR, MENITINI.COM – Anda baru memulai olahraga rutin? Atau sedang mencari tahu program olahraga yang lebih baik? Pasti topik terkait jumlah langkah atau durasi olahraga menjadi salah satu yang dicari terkait peningkatan kebugaran. Katanya menghitung langkah atau menghitung waktu sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan. Faktanya, ada banyak perhitungan untuk menentukan mana yang terbaik untuk mengejar tujuan kebugaran.

Langkah vs durasi olahraga – freepik

Studi Jumlah Langkah vs Durasi Olahraga

Dalam studi baru dalam jurnal JAMA Internal Medicine, para peneliti mengatakan aktivitas fisik mengurangi risiko tertular penyakit kronis dan infeksi serta meningkatkan umur panjang. Aktivitas yang dimaksudkan adalah berdasar pedoman setidaknya 150 menit aktivitas fisik sedang hingga berat atau 75 menit aktivitas berat per minggu.

Para penulis menunjukkan sebagian besar bukti mengenai manfaat olahraga bagi kesehatan berasal dari penelitian di mana peserta melaporkan sendiri aktivitas fisik. Artinya lebih banyak studi deskriptif. Hanya sedikit data yang ada mengenai hubungan antara kesehatan dan jumlah langkah secara langsung.

Pendapat ini senada dengan penelitian di Brigham and Women’s Hospital (BWH) Boston, yang mengatakan target olahraga berdasarkan waktu dan langkah sama-sama menunjukkan rendahnya risiko penyakit kardiovaskular dini dan kematian dini. Artinya, tidak masalah metode mana yang dipilih seseorang, yang penting mereka memilih metode yang selaras dengan preferensi pribadinya.

BACA JUGA:  Klaim Minyak Merah Lebih Sehat, Mari Cek Faktanya!

Menghitung Langkah vs Durasi Olahraga

Baik menghitung langkah dan mencatat durasi olahraga berguna dalam menggambarkan status kesehatan. Masing-masing penanda memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya, jumlah langkah mungkin tidak memperhitungkan perbedaan tingkat kebugaran. Jika orang berusia 20 tahun dan 80 tahun berjalan selama 30 menit dengan intensitas sedang, jumlah langkah mereka mungkin berbeda secara signifikan.

Sebaliknya, jumlah langkah mudah terukur dan kurang dapat diinterpretasikan dengan intensitas latihan. Jumlah langkah tersebut juga mencakup pergerakan sporadis dalam kehidupan sehari-hari dan aktivitas sehari-hari semacam ini kemungkinan besar dilakukan oleh orang lanjut usia. Bagi sebagian orang, terutama individu yang lebih muda, olahraga mungkin melibatkan aktivitas teknis yang mudah dilacak dengan jumlah langkah. Namun bagi sebagian lainnya, memantau secara durasi lebih memudahkan. Pada kondisi inilah mengapa penting bagi pedoman aktivitas fisik untuk menawarkan berbagai cara untuk mencapai tujuan kebugaran.

BACA JUGA:  Berolahraga di Malam Hari Saat Ramadhan? Ini Tipsnya!

Bagaimana Saran dari Ahli

Menurut ahli jantung intervensi Northwest Vascular Cardiologists Chicago ada beberapa metode untuk mencapai tujuan kebugaran Anda. Olahraga untuk mencapai tujuan jumlah langkah harian adalah hal yang bagus karena merupakan latihan berdampak rendah yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Keberadaan perangkat jam pintar juga membuat penghitungan langkah menjadi sangat sederhana. Manfaat terbesar dari penghitungan langkah adalah dapat dilakukan sepanjang hari sehingga Anda dapat mencapai tujuan tanpa harus menyisihkan waktu untuk berolahraga.

Namun, metode ini mungkin tidak menghasilkan intensitas yang cukup bagi yang sudah terbiasa berolahraga sebelumnya. Jadi yang utama adalah menetapkan target waktu untuk olahraga harian akan membuat waktu latihan lebih efisien. Terkait intensitasnya variasikan agar sesuai dengan tujuan Anda. Untuk hubungannya dengan manfaat kardiovaskular, pengaturan waktu olahraga yang rutin dan lebih terstruktur menjadi yang utama daripada faktor lainnya.

Menyusun Program Olahraga

Tentunya hasil penelitian tersebut membuat kita bertanya, bagaimana sebaiknya kita menyusun program olahraga? Ahil kesehatan olahraga menyarankan masyarakat harus selalu memeriksakan diri ke dokter sebelum memulai program olahraga. Meskipun terlihat ringan, alangkah baiknya mengetahui kecocokan dengan status kesehatan Anda saat itu. Kemudian mulailah secara perlahan dengan berjalan kaki dan secara bertahap tingkatkan aktivitas.

BACA JUGA:  Minyak Zaitun Turunkan Risiko Kematian Terkait Demensia

Memulai dengan langkah kecil cenderung lebih efektif daripada melakukan latihan durasi yang lama sampai Anda membangun kekuatan dan stamina. Bangunlah fondasi tubuh kita dahulu baru lanjutkan sesuai toleransi yang tubuh kita izinkan. Untuk menjaga motivasi, carilah teman olahraga atau kelompok.. Ciptakan tantangan personal yang ingin Anda capai untuk mendorong agar lebih banyak bergerak. Jika sudah terbiasa, Anda akan mulai menggabungkannya dalam aktivitas harian tanpa disadari.

Kesimpulannya, karena kedua metode sama baiknya, sekarang tinggal bagaimana membaca respon tubuh kita. Menembak 7.000-10.000 langkah per hari adalah tujuan yang luar biasa, namun ada juga yang menginginkan intensitas yang lebih, jadi tidak bisa pukul rata. Begitu pula dengan durasi, kita perlu berhati-hati dalam menghitung waktu yang kita habiskan saat olahraga. Tidak melulu patokan sesuai usia, perhitungkan juga target berat badan dan status kebugaran yang ingin dicapai. Terlalu lama berolahraga juga memiliki bahayanya tersendiri. Pilih mana? Sekarang tergantung Anda ya! (M-010)