LANGGUR, MENITINI – Pemerintah dan masyarakat Maluku Tenggara Berduka, mengapa tidak, Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maluku Tenggara, Ahmad Dahlan Tamher tutup usia, Selasa (17/2/2026) sore.
Achmad Dahlan Tamher dikabarkan meninggal dunia secara mendadak, usai menunaikan salat Magrib di Masjid Agung Raudah, Langgur.
Salat Magrib itu dihadiri sejumlah tokoh daerah, di antaranya Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, Ketua Majelis Ulama Indonesia setempat M. Zein Matdoan, serta Ketua PKS Maluku Tenggara, Iss Raharusun. Tak ada tanda yang mencurigakan sebelum ibadah dimulai. Tamher tampak seperti biasa, mengikuti salat berjamaah dengan khusyuk.
Namun selepas salat, ia terlihat berbaring di dalam masjid. Ketika hendak dibangunkan, tubuhnya sudah kaku. Beberapa jamaah segera mengangkatnya dan membawanya ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur. Upaya medis sempat dilakukan, tetapi nyawanya tak tertolong.
Kabar kepergian pejabat yang dikenal tenang dan bersahaja itu menyebar cepat. Sejumlah pegawai pemerintah daerah dan masyarakat berdatangan ke rumah duka di Dusun Fair, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual. Di sana, isak tangis keluarga terdengar pelan, menyambut para pelayat yang datang silih berganti.
Achmad Dahlan Tamher meninggal dunia dalam usia 55 tahun.
Ia lahir di Tual, 21 Maret 1971. Ia meninggalkan seorang istri, benama Wawasa Roroa, serta tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Bagi keluarganya, ia bukan hanya kepala rumah tangga, melainkan penopang harapan dan teladan kesederhanaan.
Rekan-rekannya di lingkungan pemerintah daerah mengenang Tamher sebagai birokrat yang jarang meninggikan suara. Ia lebih sering memilih bekerja dalam diam, menyelesaikan urusan administrasi yang kerap luput dari sorotan publik, namun menentukan jalannya pemerintahan.
Kepergiannya terjadi di awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Bagi sebagian pelayat, wafatnya Tamher di rumah ibadah, usai menunaikan salat, menjadi pengingat tentang rapuhnya jarak antara kehidupan dan kematian.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Dusun Fair. Ia dijadwalkan dimakamkan pada Rabu sore, 18 Februari 2026, di samping kediamannya, setelah salat Isya. Hingga malam menjelang, pelayat terus berdatangan, membawa doa, kenangan, dan kesunyian yang terasa lebih panjang dari biasanya. (M-009)
- Editor: Daton









