Monaco sempat mencoba keluar dari tekanan. Jordan Teze nyaris memperkecil ketertinggalan melalui tendangan jarak jauh, namun bola hanya membentur mistar gawang. Peluang lain lewat Maghnes Akliouche juga gagal berbuah gol setelah digagalkan Thibaut Courtois.
Memasuki babak kedua, Madrid justru semakin menggila. Franco Mastantuono mencetak gol ketiga pada menit ke-51, disusul gol bunuh diri Kehrer empat menit berselang. Vinicius Junior kemudian ikut berpesta lewat golnya pada menit ke-63 yang membuat Monaco semakin terpuruk.
Tim tamu akhirnya mampu mencuri satu gol hiburan melalui Jordan Teze pada menit ke-72 akibat kelengahan lini belakang Madrid. Namun Madrid segera memadamkan harapan itu. Jude Bellingham menutup pesta gol lewat sepakan keras pada menit ke-80, memastikan kemenangan telak 6-1.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Monaco tertahan di peringkat ke-20 klasemen dengan sembilan poin dan belum aman untuk melaju ke fase berikutnya melalui jalur play-off.
Dengan performa meyakinkan ini, Real Madrid semakin menunjukkan diri sebagai kandidat kuat juara—tajam di depan, solid di lini tengah, dan tak kenal kompromi di kandang sendiri.*
- Editor: Bay









