DENPASAR,MENITINI.COM – Momen liburan seorang anggota polisi bersama istrinya di kawasan Kuta, Bali, berubah mencekam setelah keduanya menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang, Rabu (25/3/2026) dini hari.
Insiden terjadi di Jalan Pantai Kuta, tepatnya di depan Hotel Pullman, sekitar pukul 01.30 WITA. Korban diketahui bernama Agus Yulianto (49), yang saat itu tengah menghabiskan waktu bersama sang istri menggunakan mobil pribadi.
Peristiwa bermula ketika kendaraan korban bersenggolan dengan sebuah taksi di kawasan Kuta Square. Merasa tidak terjadi persoalan serius, korban melanjutkan perjalanan tanpa berhenti. Namun situasi justru berubah drastis.
Tak lama berselang, mobil korban dikejar oleh sejumlah orang yang berteriak “maling”. Tekanan massa membuat korban menghentikan kendaraannya. Tanpa klarifikasi, sekelompok orang langsung meluapkan amarah.
Mobil korban menjadi sasaran amuk. Kaca dihantam batu, bodi dipukul menggunakan tangan hingga kunci roda, bahkan seluruh ban kendaraan dibuat kempes. Aksi brutal itu tidak berhenti di situ—korban yang masih berada di dalam mobil juga menjadi sasaran kekerasan.
Beruntung, petugas keamanan setempat segera datang dan meredam situasi sebelum kondisi semakin memburuk.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka ringan berupa lecet di leher dan tangan. Sementara kendaraan mengalami kerusakan parah, dengan hampir seluruh kaca pecah dan bodi penyok.
Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat. Dua orang pelaku berhasil diamankan di lokasi kejadian. Keduanya diketahui bernama Lukas Ginanjar Saputra alias Arif (29) asal Bantul dan Oktovianus Nana alias Mesak (29) asal Nusa Tenggara Timur.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menyebutkan bahwa kedua pelaku diduga merupakan oknum debt collector yang terlibat dalam aksi pengeroyokan dan perusakan tersebut.
Hasil pemeriksaan lebih lanjut mengungkap fakta mengejutkan. Salah satu pelaku, Arif, dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis amfetamin dan metamfetamin berdasarkan tes urine.
Saat ini, aparat kepolisian masih memburu pelaku lain yang diduga ikut terlibat namun berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.
“Dua pelaku sudah diamankan, sementara yang lainnya masih dalam pengejaran,” tegasnya.
Kasus ini kini dalam penanganan intensif pihak kepolisian untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. (M-003)
- Editor: Daton









