Lepas Kontingen Pesparani Bali, Gubernur Bali Sumbang Dana Rp 250 Juta

Pelepasan kontingen Pesparani Provinsi Bali ke Kupang, NTT, Senin (24/10/2022).
Pelepasan kontingen Pesparani Provinsi Bali ke Kupang, NTT, Senin (24/10/2022). (Foto: M-006)

DENPASAR, MENITINI.COM-Gubernur Bali melalui Asisten 1 Setda Bali Gede Indra Dewa Putra melepas secara resmi kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) asal Provinsi Bali yang akan berlaga di Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 26-30 Oktober 2022.

Pelepasan dilakukan di Aula Keuskupan Denpasar, Senin (24/10/2022). Hadir dalam acara pelepasan tersebut antara lain Vikaris Jenderal Keuskupan Denpasar, Romo Yosep Wora, SVD,  Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Keuskupan Denpasar (LP3KD) Provinsi Bali, RD. Herman Yoseph Babey, Pr, para peserta dan kontingen Pesparani Provinsi Bali serta pejabat lainnya. Pelepasan ditandai dengan penyerahan Bendera Provinsi Bali dari Gubernur Bali yang diwakili Asisten 1 Setda Provinsi Bali Gede Indera Dewa Putra kepada RD. Herman Yoseph Babey dan disambut dengan sorak-sorai para kontingen yang hadir.

BACA JUGA:  Wujudkan One Island Green, Gubernur Koster : Semua Harus Solid, Komit dan Redam Ego Sektoral

Dalam arahannya, Gede Indra Dewa Putra mengajak kontingen agar tampil prima dan menjaga kesehatan saat tampil di hari H. Ia mengatakan, Pemprov Bali mendukung penuh baik secara moril maupun materiil karena kontingen membawa nama Bali ke pentas nasional dalam Gereja Katolik seluruh Indonesia. “Pemprov Bali sesuai arahan Gubernur Bali memberikan dukungan penuh baik secara moril maupun materil. Secara materiil Pemprov Bali akan menyumbang dana sebanyak Rp 250 juta. Sekarang sedang dalam proses pencairan. Nanti kalau ada kendala segera hubungi saya,” ujarnya. Ia juga menyampaikan pesan Gubernur Bali Wayan Koster agar kontingen Bali bisa tampil dengan maksimal terhadap berbagai cabang yang dilombakan di Kupang nantinya.

BACA JUGA:  Oknum Anggota Brimob Tembak Warga di Pulau Buru Hingga Tewas

Ketua LP3KD RD. Herman Yoseph Babey Pr mengatakan, Pesparani II kali ini ada yang dilakukan secara virtual dan secara offline. Pertama, yang secara virtual antara lain paduan suara anak, paduan suara gregorian remaja, paduan suara dewasa wanita, paduan suara orang muda katolik. Kedua, yang tampil secara offline di Kupang antara lain paduan suara dewasa campuran, mazmur anak-anak, mazmur remaja, mazmur dewasa, tutur kitab suci anak-anak, cerdas cermat rohani anak-anak dan cerdas cermat rohani remaja. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemprov Bali, Gubernur Bali Wayan Koster yang telah memberikan dukungan secara penuh baik moril maupun materil. Semoga tim ini bisa sukses saat di Kupang nanti,” ujarnya.

BACA JUGA:  Seorang Warga Jember Dikabarkan Meninggal Karena Covid-19

Vikaris Jenderal Keuskupan Denpasar Romo Yosep Wora, SVD mengatakan, Uskup Denpasar Mgr. DR. Silvester San, Pr sangat senang dengan kunjungan Gubernur Bali atau yang mewakili ke Keuskupan Denpasar. Keuskupan Denpasar juga mengapresiasi berbagai keberhasilan pembangunan terutama dalam menjaga toleransi Bali. “Provinsi Bali ini ibarat sebuah koor yang dirijennya adalah Gubernur Bali Wayan Koster. Sebagai dirijen, Gubernur telah berhasil memperdengarkan lagu toleransi kepada dunia dengan sangat indah. Sehingga Bali tetap saja disukai banyak orang di dunia,” ujarnya. M-006