Korban Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-China Tembus 160 Orang

Banjir bandang yang terjadi ilayah perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/8/2027).
Banjir bandang yang terjadi ilayah perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/8/2027). (Foto: sosial media)

KATHMANDU,MENITINI.COM – Korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di wilayah perbatasan Nepal dan China dilaporkan mencapai 160 orang. Sementara itu, ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepolisian Nepal dan otoritas pariwisata setempat menyebut sedikitnya 384 orang hingga kini belum ditemukan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 290 orang merupakan wisatawan asing asal India, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Banjir bandang terjadi setelah Sungai Bhotekoshi di Rasuwa, wilayah pegunungan Nepal, tiba-tiba meluap. Arus air yang sangat deras menerjang permukiman dan menghancurkan sejumlah rumah serta bangunan, termasuk sebuah pembangkit listrik tenaga air.

BACA JUGA:  Api Mengamuk di Desa Suli! Pabrik Kasur Pegas Ludes, Enam Armada Damkar Dikerahkan

Hingga kini, penyebab pasti meluapnya sungai yang memicu banjir besar tersebut masih belum diketahui. Otoritas setempat masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang.

Media setempat juga melaporkan sedikitnya lima warga negara Jepang turut menjadi korban yang belum ditemukan. Seorang pejabat Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu mengatakan pihaknya belum berhasil menghubungi kelima warga Jepang yang diduga sedang mengikuti tur wisata ketika bencana terjadi.

Kedutaan Jepang telah meminta bantuan otoritas Nepal untuk melakukan pencarian terhadap kelima wisatawan tersebut.

Bencana serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Tibet, China. Kantor berita Xinhua melaporkan tiga orang tewas dan 265 lainnya hilang akibat longsor lumpur di Shigatse, salah satu kota besar di Daerah Otonomi Tibet.

BACA JUGA:  KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Basarnas Kerahkan Helikopter dan KN SAR Arjuna

Sungai yang meluap di wilayah tersebut diketahui mengalir dari China menuju Nepal, sehingga dampak bencana turut dirasakan di kawasan perbatasan kedua negara. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan
Scroll to Top