Korban Banjir di Bali Capai 6 Orang

Jembatan di Penyaringan Jembrana Bali diterjang banjir bandang
Jembatan di Penyaringan Jembrana, Bali diterjang banjir bandang. (Foto: ist)

DENPASAR, MENITINI.COM-Kepala Pelaksana BPBD Bali Made Rentin saat dikonfirmasi Selasa (18/10/2022) mengatakan, hingga saat ini total korban di Bali sebanyak 6 orang.

“Kami selalu mengupdate perkembangan bencana banjir di Bali. Sampai dengan tadi malam pukul 00.00 WITA, total meninggal dunia 6 orang yakni 3 orang di Karangasem, 1 orang di Bangli, 1 orang di Tabanan, dan 1 orang di Jembrana (masih pencarian). Kami terus berada di lapangan untuk melakukan pencarian dengam tim terkait lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, sampai saat ini ada 6 kabupaten di Bali yang dilanda banjir parah. Dari 6 kabupaten tersebut ada tiga kabupaten yang paling parah yakni Jembrana, Karangasem, dan Bangli. Sisanya memang terjadi banjir tetapi tingkat kerusakan tidak terlalu parah.

BACA JUGA:  Dua ABK KM Putra Masbuar Hanyut 11 Hari, Ini yang Dilakukan 

Korban meninggal laporan paling akhir berasal dari Bangli. Laporan tim reaksi cepat mengatakan, peristiwa ini terjadi ketika korban mengendarai sepeda motor dan terseret arus banjir yang berasal dari luapan saluran air. Tim BPBD Kabupaten Bangli bersama tim gabungan segera melakukan penyisiran saluran air dari depan lapangan Kilobar Tamanbali menuju saluran irigasi Guliang Kangin. Saat ini korban sudah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum terdekat untuk dilakukan outopsi.

Banjir yang melanda Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli ini terjadi setelah hujan deras sekitar pukul 13.20 WITA. Kondisi curah hujan yang tinggi juga memicu longsor yang terjadi di Kecamatan Susut. Aktivitas warga ikut terganggu akibat longsor yang menutup akses jalan. Upaya pengerahan alat berat dari Dinas PU juga telah diinisiasi guna membuka akses jalan. Selain itu upaya penyemprotan oleh tim Damkar juga dilakukan guna membersihkan material lumpur agar warga sekitar dapat melintas kembali.

BACA JUGA:  Jembrana Terima Anugerah Perkebunan Indonesia

BPBD bersama tim gabungan juga terus melakukan koordinasi lanjutan dalam hal pendataan. Hingga kini semua tim terus berjibaku dilapangan guna melakukan upaya percepatan penanganan darurat.

Merujuk informasi peringatan dini BMKG menyatakan sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan tinggi hingga Oktober 2022.

Merujuk informasi tersebut, BNPB menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Salah satunya dengan mempersiapkan mitigasi awal dengan menjaga dan membersihkan saluran air secara rutin mulai dari lingkup terdekat yakni disekitar tempat tinggal. (M-006)