JAKARTA,MENITINI.COM – Kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga kini, penyebab insiden tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa pemerintah belum berada pada posisi untuk menyimpulkan faktor pemicu kecelakaan. Menurutnya, seluruh tahapan penyelidikan dilakukan sesuai prosedur keselamatan penerbangan.
“Pada tahap ini belum dapat ditarik kesimpulan mengenai faktor penyebab kejadian. Kondisi cuaca menjadi salah satu aspek yang akan dianalisis lebih lanjut oleh KNKT,” ujar Lukman dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/1).
Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Setelah laporan diterima, Tim SAR Gabungan langsung menggelar operasi pencarian di wilayah perbukitan Sulawesi Selatan.









