Kenali Dirimu Sendiri, Getting Old atau Growing Old

MENITINI.COM Dua kata ini sering membingungkan banyak orang terutama bagaimana mengartikan dan memaknainya. Banyak orang tidak cermat memaknai dua kata ini yakni getting old dan growing old. Sehingga mereka berpikir bahwa itu sama saja.

Ketidakcermatan itu membuat orang berpikir jika dua kata itu sama saja. Coba lebih cermat dan kritis. Secara gramatikal, getting old itu sama artinya dengan menjadi tua. Sementara growing old itu sama artinya dengan bertambah tua.

Menjadi tua itu sebuah mandatori, wajib hukumnya. Manusia tidak bisa melawan itu. Manusia tunduk pada sang waktu yang abadi. Seluruh alam semesta ini tunduk pada waktu. Dia berhubungan dengan angka. Sementara bertambah tua (growing old) itu soal nilai, soal spirit, soal idealisme, soal konsep, soal bagaimana orang memberi nilai terhadap sesuatu, soal sikap pandangan hidup.

Penjelasan ini mungkin terlalu abstrak, sehingga sulit bagi orang kebanyakan untuk memahaminya. Saya ingin menyederhanakan kedua konsep di atas dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Misalnya, ketika suatu hari terdapat diskusi hangat diantara alumni pensiunan. Ketika itu ada yang menunjukkan perasaan bahwa ia tersinggung. Maka komentar yang dilontarkan adalah: “Koq sekarang mudah tersinggung ya. Dulunya tidak seperti itu. Itu gejala getting old lho.

BACA JUGA:  Stop! Jalur Belakang Siswa Titipan dan Praktik 'Perbudakan' Pendidikan Upah Murah Guru

Cepat tersinggung, marah, kecewa dengan perlakuan orang yang dirasakan kurang menghormati, mau dihargai, tidak mudah lagi bercanda, semua perkara menjadi sangat serius, ini ternyata adalah gejala getting old. Maka detting old adalah istilah untuk mengatakan bahwa seseorang bertambah tua. Oleh karena itu setiap orang pasti bertambah tua. Getting Old adalah keniscayaan. Banyak orang yang getting old tanpa growing old.

Lantas, bagaimana dengan growing old. Growing Old adalah menjadi semakin matang mengelola emosi, bijaksana dan siap hidup sendiri, banyak kesibukan yang produktif dengan waktu yang dimiliki, pengalaman dan tindakan yang dapat dipertanggung jawabkan sendiri. Artinya, tidak semua orang yang getting old belum tentu growing old. Getting old ternyata sangat berbeda dengan growing old. Setiap orang tanpa berbuat apa-apa pasti akan getting old, tapi untuk growing old ternyata perlu mempersiapkan diri menghadapi kenyataan sesuai usia untuk lebih bijaksana menghadapi kehidupan.

Growing old perlu pengelolaan emosi, persiapan yang sangat serius dan menyadari perilaku sesuai dengan usia baik cara berfikir maupun kemampuan fisik. Growing old berbeda dengan kekanak- kanakan yaitu seperti merengek, tidak bertanggung jawab, tidak ada komitmen, hanya maunya sendiri. Growing old menanggapi tantangan dengan tabah dan tenang, memberikan yang terbaik sesuai kemampuan dengan ikhlas, kebesaran jiwa serta siap membantu yang tentunya lebih bijak.

BACA JUGA:  Optimisme 2022

Sebaliknya getting old itu selalu
membiarkan waktu berlalu, menyesali masa kini dan selalu menyanyikan kidung “Yesterday , I am not half the man I used to be”. Seperti lantunan the Beatles, glorifikasi masa lalu, dulu saya begini, dulu saya begitu, sekarang hanya lagu. Ini gejala getting old, menggurui, meremehkan orang, mudah tersinggung. Merasa kalau orang lain itu menjadi saingan, tidak mau mengalah dan sejenisnya.

Manakah posisi kita? Pilihan hanya ada dua, getting old dan growing old. Pilihan ini bukan untuk melemahkan semangat dan menerima nasib. Sebaliknya, bangun dan tetap tegak, grow old, menjadi lebih bijak bukan hanya getting old atau menjadi tua. Sangat tragis kalau menjadi tua tanpa lebih bijak. Boleh setuju boleh tidak. Tua bukan berarti sakit dan berpenyakitan. Nikmati hidup dengan fikiran dan fisik yang sehat. Stay safe and take care.**

Oleh: Arnoldus Dhae, S.Fil
(Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, NTT)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*