Fasilitas yang disiapkan meliputi jalur landai, lift, jalur pemandu bagi penyandang tunanetra, serta toilet yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Balai ini juga akan dilengkapi Digital Skills Lab untuk pelatihan pemrograman berbasis kecerdasan buatan, Batik & Craft Studio untuk pengembangan keterampilan kriya, serta Laboratorium Terapi Sensori sebagai sarana pendukung pembelajaran.
“Semua ruang kelas dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan penyandang tunarungu, tunanetra, tunadaksa, maupun disabilitas intelektual,” kata Sugeng.
Selain menyiapkan fasilitas pelatihan, Kemnaker mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak yang telah mendampingi penyandang disabilitas dalam kegiatan produktif, sehingga perajin disabilitas mampu menghasilkan produk berstandar internasional.
Ke depan, Kemnaker akan memperluas pelatihan berbasis kompetensi dan pendampingan kerja bagi penyandang disabilitas ke berbagai daerah. Langkah ini diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap pekerjaan layak sekaligus mendukung penyandang disabilitas mengembangkan usaha secara mandiri. (M-011)
- Editor: Daton

