Kebijakan Ekonomi Pro Rakyat, CEO Promedia: Stop Impor Beras, Sapi, dan Daging Beku Rugikan Petani dan Peternak!

Agus Sulistriyono CEO Promed. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, MENITINI.COM- CEO Promedia, Agus Sulistriyono mengingatkan pemerintah agar kebijakan ekonomi pro rakyat. Agus Sulistriyono menyuarakan kritik pedas terhadap kebijakan impor komoditas yang dinilainya merugikan petani, peternak, dan nelayan di Indonesia.  


Dalam pernyataannya, Minggu (10/11/2024) Agus menyerukan agar pemerintah segera mengambil langkah pro-rakyat, khususnya bagi kelompok kecil di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.  

Menurut Agus, kebijakan impor yang tak terkendali telah membuat harga komoditas lokal seperti beras, sapi, dan domba menjadi sangat rendah, hingga para produsen dalam negeri kesulitan bersaing.  

BACA JUGA:  Denpasar Perkuat Pengendalian Inflasi, Sejumlah Harga Pangan Dipantau


Ia menilai upaya swasembada yang digembar-gemborkan pemerintahan Prabowo-Gibran akan sia-sia jika kebijakan ini tidak diubah secara nyata.


Untuk itu Agus mengingatkan pemerintah agar menyetop atau mengurangi impor beras. “Kalo kita berpihak sama petani, peternak dan nelayan, maka stop/kurangi impor beras,” tegas Agus.
Ia menilai, keberhasilan swasembada beras hanyalah angan-angan apabila harga jual beras di tingkat petani masih sangat rendah.

BACA JUGA:  Dekranasda Badung Sukses Promosikan Produk Unggulan di Kriyanusa 2026

“Kondisi ini membuat petani terancam terus merugi dan kehilangan motivasi untuk menanam padi,” tegasnya.


Stop atau Kurangi Impor Sapi. Agus juga mengkritik tingginya ketergantungan pada sapi impor. Menurutnya, jagal (penjagal hewan ternak) lebih mengutamakan sapi impor yang cenderung lebih murah, yang pada akhirnya membuat harga sapi lokal semakin jatuh.

“Akibatnya harga sapi lokal murah. Buat beli pakan penggemukan saja bisa tekor,” ujarnya.

Halaman 1 dari 3
Scroll to Top