Jumat, 12 Juli, 2024

Empat Unit Mobil Pemadam Kebakaran sementara Berjibaku untuk memadamkan api. (Foto: M-009)

AMBON,MENITINI.COM-Peristiwa  kebakaran satu rumah kos-kosan di kawasan Aster dalam, RT/RW 01/06, Desa Hatiwe kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon Rabu (30/8/2023). Empat orang mengalami luka bakar, dua diantaranya anak berusia empat tahun dan seorang anak bayi yang masih berusia sembilan bulan.

Bayi bernama Jesen ini, berhasil diselamatkan dari amukan api setelah dibuang dari ketinggian bangunan berlantai dua. Jensen tidak sendiri dalam musibah itu, Brayen 4 tahun, kakaknya juga ikut dibuang dari lantai dua secara berurutan.

Keputusan ini dilakukan Marsela Topurtawi (31) selaku ibu dari kedua anak itu, untuk menyelamatkan buah hatinya dari kobaran api.

Setelah membuang kedua anaknya, Marsela ikut lompat menyusul kedua anaknya.

BACA JUGA:  Korban Meninggal Kebakaran Gudang LPG di Denpasar Bertambah jadi 11 Orang

Beruntung keduanya berhasil diselamatkan warga dengan menatang keduanya di atas tangan mereka, yang saat itu berada di lokasi kejadian.   

Keputusa seorang ibu untuk menyelamatkan kedua buah hati dalam situasi seperti itu, merupakan tindakan dramatis, namun dibalik keputusan itu ketiganya selamat dari musibah itu.

Hanya saja mereka  mengalami luka bakar ringan. Salah satu penghuni kos-kosan lainya bernama Iyen (24) juga mengalami luka bakar. 

Peristiwa kebakaran terjadi pada pukul 15.00 WIT, juga mengakibatkan bangunan dua lantai habis terbakar.

Api baru berhasil dipadamkan setelah Empat Unit Mobil Pemadam Kebakaran di kerahkan ke lokasi kejadian, guna memadamkan api.

Kapolsek Sirimau AKP Sally Lewerissa menjelaskan, dari hasil penyelidikan dilokasi kejadian (TKP), terungkap kronologi kebakaran. Menurut keterangan saksi Ongky Pranata Silalahi (25), salah satu penghuni kos-kosan.

BACA JUGA:  Korban Meninggal Kebakaran Gudang LPG di Denpasar Bertambah Lagi, Total sudah 5 Orang Meninggal

Ongky, kata Kapolsek, awalnya saksi sementara beristirahat (tidur siang), dan terbangun karena mendengarkan bunyian ledakan yang cukup mengagetkannya. Ia sempat melihat kabel colokan tempat carger Handphone terbakar. Melihat itu, kata Kapolsek, Ongky langsung lari keluar dari dalam kamar kos untuk menyelamatkan diri.

Sementara penghuni kos yang lain, yakni Marsela Topurtawi menjelaskan, kebekaran itu terjadi saat dirinya bersama dua anaknya sementara tidur siang. Marsela kemudian terbangun karena mendengar teriakan kebakaran sehingga saksi langsung bergegas menyelamatkan kedua anaknya yang saat itu tertidur.

Marsela bersama kedua anaknya langsung menuju ke tangga untuk turun ke lantai bagian bawa, namun asap disetai kobaran api sudah sangat besar membuat Marsela bersama kedua anaknya tidak dapat melewati tangga guna menyelamatkan diri. 

BACA JUGA:  Dua Masih Kritis, 16 Korban Meninggal Kebakaran Gudang LPG

Marsela berteriak meminta tolong agar warga yang berada di luar kost untuk menyelamatkan Anak-anaknya. Dalam kepanikan, saksi langsung mengambil keputusan untuk membuang kedua anaknya dari lantai dua dan warga yang berada di bawah menatang keduanya.