Keadilan HAM Jadi Isu Utama di Kongres Hakim Konstitusi Dunia

Suasana konferensi para hakim konstitusi Nusa Dua Bali, Selasa (4/10/2022)
Suasana konferensi para hakim konstitusi Nusa Dua Bali, Selasa (4/10/2022). (Foto: M-006)

NUSA DUA, MENITINI.COM-Ketua Makamah Konstitusi RI Anwar Usman saat dikonfirmasi usai memimpin seremonial pembukaan pada acara Kongres Kelima World Conference on Constitutional Justice (WCCJ) di Nusa Dua Bali, Selasa (4/10/2022) mengatakan, dalam pertemuan kali ini semua delegasi sepakat untuk membangun kesepahaman bersama hak asasi manusia (Ham) yang harus ditegakkan di semua negara hukum para anggota.

“Kita ingin membangun pemahaman yang sama di semua negara hukum para peserta agar bisa menegakkan HAM menuju keadilan dan perdamaian. Bahwa Ham itu berada di atas segalanya. Penegakan hukum dan demokrasi harus tunduk kepada isu HAM di semua delegasi atau peserta,” ujarnya.

Menurut Anwar Usman, isu utama yang dibahas sejak hari pertama hingga selesai adalah soal Ham. Artinya semua negara peserta harus memiliki prinsip yang sama bahwa Ham harus diperjuangkan dengan adil dan damai. Prinsip sebuah negara hukum adalah independensi proses peradilan agar mencapai keadilan dan perdamaian yang sama. “Prinsip negara hukum adalah menegakkan Ham secara adil dan damai,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pembebasan Lahan Rp800 M, Jalan Lingkar Selatan Kembali Berprogres

Isu ini baru pertama kali dibahas dalam pertemuan kelima WCCJ. Isu ini akan difollow up dalam pertemuan berikutnya. Dalam pertemuan berikutnya akan masuk sampai adanya kesepakatan baru sebagai panduan dari semua negara terutama bila berhadapan dengan hal serupa. Sebab banyak orang yang hak-haknya dilanggar akibat peradilan yang tidak ditegakkan. Dalam pertemuan berikutnya di tahun 2025 akan dirumuskan semacam gugus tugas bersama dalam menangani kasus HAM lintas negara. Namun pada intinya semua sepakat agar penegakan HAM dalam negara hukum harus selesai terlebih dahulu.

Ada pun pertemuan kali ini mengambil tema “Constitutional Justice and Peace. Pertemuan tersebut digelar di Bali karena Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) menjadi tuan rumahnya. Kongres ini dihadiri delegasi Mahkamah Konstitusi atau lembaga sejenis dari 92 negara dan empat organisasi. Pada waktu bersamaan, MK menggelar Indonesian Constitutional Court International Symposium (ICCIS), Joint Conference Association of Asian 

BACA JUGA:  Wapres Ma'ruf Amin: Hak Anak Indonesia Harus Dilindungi

Constitutional Courts and Equivalent Institutions (AACC) and Conference of Constitutional Jurisdictions of Africa 

(CCJA), dan AACC International Short Course. Presiden RI Joko Widodo akan membuka secara resmi Kongres Kelima Peradilan Konstitusi Dunia. M-006