Kasus Covid-19 Meningkat, Booster Jadi Syarat Perjalanan

ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA,MENITINI.COM-Pemerintah berencana menerapkan vaksin dosis penguat atau booster sebagai syarat perjalanan. Dilansir Antara, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengatakan hal tersebut merupakan bentuk pengetatan protokol kesehatan seiring laju peningkatan kasus COVID-19 di sejumlah daerah.
“Presiden sudah menyatakan itu (booster syarat perjalan). Kita tidak ingin masuk lagi ke kasus sebelumnya yang menyebabkan lonjakan orang sakit,” kata Mohammad Syahril seperti dikutip Antara, Selasa (05/07/2022) .
Ia mengatakan situasi pandemi COVID-19 secara nasional sempat terkendali pada Juni 2022 dengan indikator positivity rate di bawah 1,15 persen dan laju transmisi atau penyebaran sebesar 1,03 per 100 ribu penduduk per pekan.
Kedua situasi ini sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni untuk positivity rate di bawah 5 persen dan untuk laju transmisi di bawah 20 per 100 ribu penduduk per pekan. “Kemarin sempat terkendali dengan ditandai pelonggaran masker di luar ruangan,” katanya.
Syahril mengatakan situasi pandemi memungkinkan angka kasus bersifat fluktuatif. Pada 30 Juni 2022, puncaknya mencapai 2.200 kasus, tapi dalam empat hari terakhir kembali turun.
Pada 1-4 Juli 2022, angka kasus konfirmasi COVID-19 nasional menurun secara konsisten ke angka 1.434 kasus. “Artinya, tidak naik terus kasusnya. Begitupun positivity rate-nya ikut turun,” katanya.

BACA JUGA:  Sering Pegal-pegal? Tambahkan 7 Olahraga ini Dalam Rutinitas!

Namun kenaikan kasus sampai di atas 1.000 pasien menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa ada kenaikan kasus yang bisa mengancam kesehatan, terlebih dengan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 saat ini, kata Syahril.