Kabar Gembira! Tahbisan Empat Imam Baru dan Promulgasi Sinode ke V Keuskupan Denpasar 2023

Foto bersama panitia pentahbisan usai rapat perdana di Gereja Katedral Sabtu (17/12). (Menitini/M-003)
Foto bersama panitia pentahbisan usai rapat perdana di Gereja Katedral Sabtu (17/12). (Menitini/M-003)

DENPASAR,MENITINI.COM– Keuskupan Denpasar, yang meliputi wilayah Propinsi Bali dan NTB, melalui tangan Uskup Denpasar, Mgr Dr Silvester San akan mentahbiskan empat (4) imam baru di wilayah keuskupan awal tahun, tepatnya 27 Januari 2023 di Gereja Katedral Roh Kudus, Denpasar. Selain momentum pentahbisan imam, Uskup juga mengumumkan kepada umat Sinode ke V Keuskupan Denpasar tahun 2023.

Dua Kabar gembira ini disampaikan Ketua Umum Panitia Pentahbisan Empat Imam Baru, RD Herman Yoseph Babey, saat memimpin rapat perdana panitia di Gereja Katedral Roh Kudus Denpasar, Sabtu (17/12/2023). “Bapa Uskup Denpasar telah menentukan Gereja Roh Kudus Katedral sebagai lokasi Pentahbisan Imam 2023 dan Promulgasi Sinode ke V Keuskupan Denpasar,” kata Romo Babey.

BACA JUGA:  Quota Dibatasi, Umat Rela Antre Menunggu Misa di Gereja Katedral Denpasar

Menurut Pastor Paroki Katedral Denpasar ini, dipilihnya katedral sebagai tempat pentahbisan karena Takhta Uskup ada di Katedral. “Biasanya peristiwa penting seperti ini Bapa Uskup mengumumkan dari Istana Keuskupan (kediaman uskup). Karena di Katedral ada Takhta Uskup, maka pentahbisan imam baru dan promulgasi Sinode ke V dilaksanakan dari Takhta Uskup, yakni di Gereja Katedral,” kata Romo Babey.

Ke empat diakon yang ditahbiskan yakni Diakon Yohanes I Made Mahesta Perdana praktek di Paroki Tuka, Dalung. Diakon Damianus Yoga Okta Langi pratek Diakonat Sumbawa Besar. Diakon Yulius Kehi pratek Diakonat Gianyar
Diakon Johan Farrel Castil pratek Diakonat Singaraja

Terkait kehadiran umat saat upacara pentahbisan imam baru, Ketua Pelaksana Alex Vitalis menambahkan, mengingat masih situasi pandemi Covid19 yang belum pulih betul kehadiran umat dibatasi. “Walau situasi pendemi mulai membaik, kita tetap waspada dan selalu antisipasi.Tidak semua umat bisa hadir. Perwakilan dari konggregasi juga kita batasi. Kehadiran keluarga imam baru menjadi prioritas. Panitia tetap menerapkan protokol kesehatan untuk kenyamanan bersama,” kata Alex Vitalis. **

BACA JUGA:  Ketat dengan Prokes Covid-19, Pentahbisan Imam Baru di Gereja FX Kuta