Herdman mengaku memiliki pengalaman menghadapi situasi serupa. Ia pernah merasakan bagaimana sebuah negara “berhenti sejenak” untuk merayakan keberhasilan tim nasionalnya lolos ke Piala Dunia.
“Saya pernah menikmati momen itu. Saya paham betul artinya. Tekanan akan saya sampaikan kepada pemain sebagai sesuatu yang harus dirayakan,” ujarnya.
Timnas Indonesia sendiri terakhir kali gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak pada babak kualifikasi putaran keempat, Oktober lalu. Kegagalan tersebut berujung pada pemutusan kontrak Patrick Kluivert, yang hanya bertahan 10 bulan sejak ditunjuk Januari.
Meski peluang berikutnya baru terbuka empat tahun lagi pada Piala Dunia 2030—yang akan digelar di Maroko, Portugal, Spanyol, serta Uruguay, Argentina, dan Paraguay—Herdman menegaskan bahwa mimpi besar tak bisa diraih secara instan.
Ia mencontohkan perjalanannya bersama Kanada menuju Piala Dunia 2022 yang membutuhkan waktu panjang dan proses yang konsisten.
“Lolos ke Piala Dunia tidak terjadi dalam satu malam. Kanada membutuhkan 36 tahun. Sejak saya ditunjuk, kami butuh empat tahun kerja keras untuk sampai ke sana,” ungkapnya.









