Selain itu, Pemprov Jawa Timur juga mengajukan delapan titik Sekolah Rakyat baru yang direncanakan mulai 2026 dan saat ini masih dalam proses. Dengan tambahan tersebut, layanan pendidikan berbasis Sekolah Rakyat di Jawa Timur diperkirakan akan terus bertambah.
Ia menegaskan, rekrutmen peserta didik Sekolah Rakyat mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga pelaksanaan program tepat sasaran dan berpihak kepada kelompok masyarakat rentan.
Dalam peresmian nasional Sekolah Rakyat, Jawa Timur turut mengirimkan 14 siswa terbaik untuk tampil bersama perwakilan dari provinsi lain. Para siswa menampilkan pidato berbahasa Arab serta atraksi baris-berbaris kolaboratif yang mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo sebelumnya meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen di SRT 9 Banjarbaru, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan (BBPPK) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah yang mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat sebagai program prioritas nasional.
“Saya sangat bahagia hari ini. Terima kasih kepada seluruh kementerian, lembaga, bupati, wali kota, dan gubernur yang telah bekerja keras mewujudkan langkah terobosan yang berani ini,” kata Presiden.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.









