Ia menjelaskan, bantuan sosial yang diberikan Pemkab Badung berperan sebagai stimulus ekonomi untuk menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Dengan adanya dukungan tersebut, tekanan konsumsi saat hari raya dapat dikendalikan tanpa memicu lonjakan harga.
“Program ini sejalan dengan tujuan kami, yakni meringankan beban masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. Astungkara, ke depan program ini akan terus kami lanjutkan agar masyarakat dapat lebih fokus menjalankan ibadah pada hari raya keagamaan,” katanya.
Data resmi BPS Kabupaten Badung yang dirilis melalui laman badungkab.bps.go.id mencatat, pada 2025 inflasi tetap terkendali di setiap momentum hari besar keagamaan. Inflasi tercatat sebesar 0,98 persen pada Februari saat Imlek, 1,32 persen pada Maret bertepatan dengan Idul Fitri, 1,80 persen pada April saat Galungan dan Kuningan, serta 1,61 persen pada November yang juga bertepatan dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan.









