Holywings Bali Tetap Dibangun, Agustus akan Beroperasi

DENPASAR, MENITINI-Kepala SatPol PP Kabupaten Badung IGA Ketut Suryanegara mengatakan, Holywings yang ada di wilayah Kabupaten Badung tepatnya di Jl Raya Pantai Berawa, Desa Tibuneneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung dipastikan tetap akan berproses.

“Holywings yang ada di Bali tidak ada hubungannya dengan yang di luar Bali. Kita jangan latah seperti itu. Yang di luar Bali tutup lalu kita latah-latah ikut tutup. Tidak ada hubungannya sama sekali. Semua persyaratan sudah terpenuhi,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (4/7/2022).

Menurut Suryanegara, pemerintah jangan sampai mencari-cari kesalahan terhadap investasi yang sedang gencar dibangun di Badung. “Untuk yang di Tibuneneng, mereka masih dalam proses pembangunan. Kita kan tidak nyari-nyari kesalahan pengusaha, kalau secara normatif sudah memenuhi syarat kenapa kita latah tutup, apa ada perintah pengadilan atau hanya isu-isu, kita aman bertindak bila ada peraturan yang dilanggar, itupun  ada prosedur dulu, kita negara hukum,” tegasnya.

BACA JUGA:  Pulau Bali Sandang Tujuh Predikat Sudah Mendunia, Apa Saja Itu?

Sementara Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat dikonfirmasi mengatakan, Holywings di Badung tetap dalam pengawasan ketat. Saat ini proses pembangunan tidak bisa dihentikan. Ia menilai, operasional seperti yang diributkan di daerah lain belum terjadi di Bali sebab sampai saat ini masih dalam proses pembangun. Itulah yang membuat Holywings di Tibuneneng tidak bisa dihentikan. Sebab kisruh yang ada di daerah lain di Indonesia itu diandaikan mereka sudah beroperasi sebagaimana layaknya sebuah club malam.

“Prinsipnya kami tetap awasi semuanya, termasuk izin operasional, peruntukan apa saja, apakah restoran, karokae, diskotik dan sebagainya. Kita awasi, kota cocokan dengan perizinan. Bila melanggar akan diambil langkah juga. Kalau saat ini tidak bisa dihentikan karena masih membangun,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Gelar 'BMN Award 2022' Tingkatkan Kinerja Pengelolaan Aset Negara

Seperti diketahui, Holywings di beberapa wilayah di Indonesia resmi ditutup pasca polemik promosi minuman alkohol yang berbau SARA. Setelah ditetapkan jadi tersangka, Pemprov DKI akhirnya mengecek berbagai persyaratan lainnya dan diketahui dan ternyata banyak menemukan masalah besar.

Pemprov DKI akhirnya mengambil langkah tegas dengan menutup Holywings di beberapa titik di Jakarta. Setelah Jakarta tutup, Holywings yang ada di Bekasi, Bandung dan terakhir di Surabaya juga ikut ditutup. Sementara Bali belum bisa ditutup karena belum beroperasi. Rencananya, Holywings di Bali akan beroperasi di Agustus mendatang bila pengerjaan pembangunan telah selesai. Rencananya, Holywings di Bali merupakan yang terbesar di Asia. M-006

BACA JUGA:  Akhir Agustus Rampung, Penataan GWK untuk Venue Welcoming Dinner