Dalam upaya menjaga soliditas, mantan Bupati Badung itu mengajak seluruh cabang olahraga menghindari sekat-sekat kelompok. Ia bahkan membuka komunikasi selama 24 jam untuk memastikan koordinasi berjalan optimal.
“Saya ingin ini dimulai dari kebersamaan. Kalau ada potensi terbaik dari masing-masing cabor, silakan diusulkan untuk memperkuat kepengurusan,” katanya.
Terkait pengembangan cabang olahraga, Giri menilai tidak semua cabor harus dipaksakan berkembang. Ia menekankan pentingnya menyesuaikan dengan potensi daerah dan kearifan lokal.
Sementara itu, soal anggaran, pihaknya masih akan melakukan kajian mendalam, namun membuka peluang penambahan melalui APBD Perubahan jika dibutuhkan untuk mendukung pembinaan.
Di sisi lain, KONI Pusat mengapresiasi capaian olahraga Bali yang dinilai konsisten berada di papan atas. Kepala Bidang Organisasi KONI Pusat, Markus Othniel Mamahit, menyebut Bali mampu mempertahankan posisi 10 besar dalam PON berkat dukungan berbagai pihak.
Meski demikian, ia mengingatkan kepengurusan baru tetap perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan prestasi ke depan.
“Evaluasi penting agar prestasi Bali bisa lebih baik lagi pada PON mendatang,” ujarnya.
Pada PON Aceh-Sumut 2024, Bali tercatat berada di peringkat ke-7 dari 39 provinsi dengan raihan 36 emas, 38 perak, dan 60 perunggu. Capaian ini menurun dibanding PON Papua 2021 di posisi ke-5 dan PON Jawa Barat 2016 di peringkat ke-6. (M-003)
- Editor: Daton









