Selain persoalan sampah, Pemkab Badung juga menyiapkan langkah struktural untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi. Salah satunya melalui pembangunan breakwater di sejumlah titik, dari wilayah selatan hingga ke arah Canggu.
“Kita siapkan pembangunan Breakwater di sejumlah titik, mulai dari selatan hingga ke arah Canggu. Tujuannya agar pantai kita tetap lebar dan memiliki ruang yang lebih baik bagi aktivitas masyarakat maupun wisatawan,” jelas Bupati.
Terkait penanganan banjir, terutama di kawasan strategis seperti Jalan Dewi Sri, Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 266 miliar pada 2026. Anggaran tersebut difokuskan untuk penataan drainase, pelebaran sungai, hingga pembangunan embung sebagai penampung air hujan.
Pemkab juga menggandeng Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk menerapkan teknologi Membrane-Based Non-Revenue Water Processing (NPR) portabel. Dengan teknologi ini, air genangan tidak hanya dialirkan ke laut, melainkan diolah menjadi cadangan air bersih layak konsumsi.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, anggota DPRD Badung, pimpinan OPD, instansi vertikal, TNI/Polri, camat, perbekel/lurah, bendesa adat, pelaku usaha pariwisata, mahasiswa, pelajar hingga ribuan relawan yang bersama-sama berkomitmen mewujudkan Badung yang bersih dan berkelanjutan. *
- Editor: Daton









