Gendo: Berani Kasatpol PP Bali, Tegur Gubernur Dan Wagub? Ketika Langgar Protokol Kesehatan

Aksi massa turun ke jalan menolak yes cepat sebagai start administrasi perjalanan

DENPASAR, MENITINI.COM Kasatpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi menyebut nama Wayan “Gendo” Suardana dan JRX SID untuk bertanggungjawab terhadap aksi demonstrasi
tak rapid test dan swab test sebagai syarat administrasi pada Minggu (26/7/2020) kemarin jika terjadi sesuatu pada peserta demo.

Menanggapi pernyataan Kasatpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi, Wayan “Gendo” Suardana justru mengatakan statement Nyoman Rai tersebut aneh.

Justru Gendo menanggapi agar sebaiknya Kasatpol PP Provinsi Bali melakukan evaluasi dan refleksi dulu terhadap diri dan institusinya.

“Apa yang dia lakukan saat pimpinannanya Gubernur Bali dan jajarannya tidak melaksanakan protokol kesehatannya, baik saat melakukan kegiatan upacara Pemahayu Jagat di Pura Besakih beberapa waktu lalu maupun saat menggelar kegiatan di depan kantor Gubernur Bali secara berturut turut Jumat dan Sabtu kemarin?”kritik Gendo sembari bertanya. 

BACA JUGA:  Besok Satu Juta Lebih Vaksin Kadaluwarsa, Terbanyak dari Bali

Gendo balik bertanya, tindakan apa yang Kasatpol PP lakukan saat kegiatan tersebut melanggar protokol Kesehatan, padahal kebijakan protokol itu diadopsi ke dalam kebijakan gubernur?

“Berani tidak mulut Kasatpol PP berkata yang sama (seperti yang dia tudingkan ke saya dan JRX) terhadap Koster?

“Sebenarnya agak aneh sih, baru kali ini ada kegiatan yang digelar elemen masyarakat disorot begitu kuat (oleh pemerintah),” kata Gendo, Senin (27/7/2029)seperti dikutip Radar Bali online

Padahal, lanjut Gendo, sebelumnya banyak kegiatan masyarakat termasuk kegiatan pemerintah juga tidak sepenuhnya tertib dengan protokol kesehatan ala pemerintah.

“Saya justru makin bertanya, apakah karena isu yang kami angkat dianggap mengancam kepentingan pihak tertentu sehingga ini mengemuka?” tanyanya.

BACA JUGA:  Aturan Rapid Antigen Berubah, Warga Gilimanuk Terdampak

Kalau dia tidak berani maka menjadi pembuktian bahwa penegakan aturan hanya berani dilakukan ke bawah atau ke rakyat dan tidak berani ke atas,” kecamnya

“Kalau mengikuti era kekinian penguasa atau gurbernur yang leluasa melanggar protokol Kesehatan bisa disebut dengan istilah “kalau sultan mah bebas”,” sindirnya.

Terakhir, Gendo juga menantang Kasatpol PP Provinsi Bali untuk melakukan hal yang sama ke Gubernur Bali Wayan Koster.

“Saya tantang Kasatpol PP berani tidak berbicara yang lantang kepada Koster, Tjok Ace dan jajarannya? Berani atau tidak?” tantang Gendo. poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*