Rabu, 29 Mei, 2024

Film horor dan Halloween. (Foto: pexels)

DENPASAR,MENITINI.COM – Menjelang akhir Oktober, tidak lengkap rasanya tanpa perayaan Halloween. Identik dengan nuansa oranye dan pernak-pernik seram menambah keseruan jelang penghujung tahun. Walau tidak banyak masyarakat Indonesia yang menganggap Halloween sebagai perayaan, banyak dari kita yang merayakan secara pribadi. Tidak hanya pesta pora atau trick or treat ke rumah tetangga, marathon film horor ternyata menjadi ritual wajib sebagian kita. Sebenarnya sebagian besar netizen tidak berani-berani amat untuk urusan film horor, tapi selalu ada ruang untuk ketagihan dan terus menyimaknya. Kira-kira kenapa ya?

Horor, Rasa Takut dan Respon Tubuh

Anda mungkin pernah mendengar istilah fight or flight, yang merupakan respons tubuh terhadap stres. Kondisi stres lebih dari sekedar ketakutan menghadapi ujian atau dapat peringatan dari atasan. Paparan stresor memicu reaksi berantai dalam tubuh manusia yang menghasilkan respon stres. Respons stres membuat tubuh siap menghadapi ancaman dalam 2 bentuk, mengoptimalkannya untuk melarikan diri atau malah melawan. Walau hanya satu kata, stres memicu pergolakan banyak hormon dalam tubuh yang memiliki pusat kontrol utama pada otak. Rasa takut bisa memicu pelepasan hormon adrenalin dan kortisol. Otak juga melepaskan endorfin dan dopamin karena rangsangan tersebut. Endorfin sendiri adalah hormon yang mengurangi rasa sakit dan stres, sedangkan dopamin berperan dalam pengaturan suasana hati.

BACA JUGA:  Film Fashion Indonesia "Purun" Raih Kemenangan Bergengsi di 2024 PayPal Melbourne Fashion Festival - Fashion Film Awards 

Tidak hanya respon fight or flight, beberapa sumber juga menyebutkan istilah “lumpuh karena rasa takut”, yang merupakan respons terhadap ancaman yang tidak terjangkau. Sensasi ini juga dapat terjadi saat Anda menonton film horor. Sebuah penelitian pada tahun 2013 menemukan bahwa orang yang menonton horor, detak jantung mereka akan mulai melambat seketika. Dalam merespon rasa takut, ketika ancaman sudah berakhir, tubuh Anda mulai kembali ke mode normal. Kurang lebih 20-30 menit untuk pulih dari respons stres yang timbul. Mudahnya, ketika kadar kortisol menurun, tubuh Anda mulai kembali ke fungsi sebelumnya.

Film Horor, Takut yang Bikin Nagih

Film horor atau hiburan horor rekreasional adalah jenis ketakutan yang baik, bahkan dapat membantu mengurangi kecemasan Anda. Alhasil, muncul sensasi bikin nagih untuk terus menyimak adegan tiap adegan. Horor menawarkan ruang yang terkendali dan dapat diprediksi bagi orang-orang yang mengalami gangguan cemas. Terutama pada kaum introvert sejak lahir ataupun akibat tekanan keadaan. Bukan hanya terkaan saja, hasil ini adalah buah pikir dari penelitian Coltan Scrivner, PhD, seorang ilmuwan perilaku di Denmark.

BACA JUGA:  Mudik Paling Unik dalam Film Siapa Siti?

Untuk menikmati rasa takut, otak kita perlu mengetahui bahwa sebenarnya tidak ada ancaman nyata. Bagian otak yang bertanggung jawab atas fungsi ini adalah Hipokampus. Ketika Hipokampus menjalankan fungsinya, pengelolaan rasa takut memicu emosi positif serupa candu yang bikin nagih. Hal ini terbukti dari laporan seorang sosiolog tentang penurunan rasa lelah, cemas dan reaktivitas otak terhadap kehidupan sehari-hari setelah menonton film horor. Tapi, tentunya hasil ini tidak dapat diaplikasikan pada semua kalangan ya, apalagi dengan faktor resiko penyakit jantung.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Penggemar horor menyukai horor karena alasan yang cukup pribadi. Beberapa orang menyukai keragaman sensasi yang diberikan oleh respons stres. Film horor sendiri memiliki daya tarik lain dari pengalaman sosial. Seperti kita ketahui melakukan hal-hal menakutkan bersama orang lain dapat mempererat ikatan Anda dengan mereka. Tidak dapat disangkal, respon stres akibat film horor membantu kita merasa lebih hidup dan terlibat dengan lingkungan kita. Setelah menonton film horor, reaksi hormon dalam tubuh dapat membuat Anda merasa lega dan bahkan menambah value dalam diri kita masing-masing.

BACA JUGA:  Mudik Paling Unik dalam Film Siapa Siti?

Kalau redaksi suka film horor apa?

SAW franchise masih peringkat satu. Bagi penggemar horor dengan nuansa thriller, tentunya SAW menjadi primadona. Apalagi rilis terbaru dari franchise ini masih bertengger manis di bioskop. Bagi penggemar horor tanpa unsur mistis, mungkin marathon SAW bisa jadi pilihan. Untuk kategori all time classic, favorit redaksi adalah Halloween franchise. Bagai sayur kurang garam, Halloween tidak lengkap tanpa kehadiran franchise horor slasher yang satu ini. Kedua film ini cocok untuk menemani marathon film horor menyambut Halloween. Sendirian saat Halloween? Siapa takut! (M-010)