logo-menitini

Dinkes Denpasar Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Petugas kesehatan memberikan layanan medis kepada warga terdampak banjir di pos pengungsian. Program Safari Kesehatan ini digelar untuk memastikan kondisi masyarakat tetap terpantau.
Petugas kesehatan memberikan layanan medis kepada warga terdampak banjir di pos pengungsian. Program Safari Kesehatan ini digelar untuk memastikan kondisi masyarakat tetap terpantau. (Foto: Istimewa)

DENPASAR,MENITINI.COM-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya menjaga kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak banjir dengan menggelar program Safari Kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin melalui pemeriksaan langsung di lokasi pengungsian.

Kepala Dinkes Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kota terhadap warga yang masih berada di titik-titik terdampak bencana.

“Tim kesehatan dari puskesmas diturunkan langsung untuk melakukan pemeriksaan ke pos-pos pengungsian. Pola yang digunakan adalah sistem jemput bola, sehingga pelayanan dapat menjangkau masyarakat dengan cepat,” ungkapnya, Minggu (15/9).

BACA JUGA:  Pj Sekda Denpasar Tekankan Disiplin dan Resolusi Kinerja ASN di Awal 2026

Melalui Safari Kesehatan, warga tidak hanya mendapatkan pemeriksaan fisik, tetapi juga penyuluhan mengenai pencegahan penyakit yang biasanya muncul pascabanjir, seperti diare maupun infeksi kulit. Selain itu, tim juga menyalurkan obat-obatan serta perlengkapan medis dasar untuk menunjang pelayanan di lapangan.

Candrawati menambahkan, masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan dipersilakan segera menghubungi Dinas Kesehatan, puskesmas terdekat, maupun aparat desa/kelurahan setempat. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjaga kesehatan warga sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan kasus penyakit,” ujarnya.

BACA JUGA:  Deteksi Dini Katarak Jadi Kunci Cegah Kebutaan, Warga Desa Lebih Jalani Pemeriksaan Mata Gratis

Dengan adanya kolaborasi antara Dinkes, puskesmas, serta pemerintah desa dan kelurahan, diharapkan penanganan kesehatan bagi korban banjir bisa lebih efektif. “Harapannya, risiko kesehatan pascabencana bisa ditekan semaksimal mungkin, dan proses pemulihan masyarakat berjalan lebih cepat,” tutupnya.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>