Dikebut di Tengah Kepadatan Mardika, Jalan Pantai Mardika–Batu Merah Mulai Dicor Beton

Jalan Pantai Mardika hingga Batu Merah, Kota Ambon, ditangani Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Jalan Pantai Mardika hingga Batu Merah, Kota Ambon, ditangani Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
AMBON, MENITINI.COM – Wajah ruas Jalan Pantai Mardika hingga Batu Merah, Kota Ambon, perlahan mulai berubah.
Setelah sekian lama menjadi jalur padat dengan kondisi permukaan yang dinilai tidak lagi layak, kini pekerjaan peningkatan jalan yang ditangani Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) terus dikebut. Hingga Senin (24/8/2026), proyek tersebut telah memasuki tahap krusial, yakni pengecoran beton.
Sebelumnya, permukaan jalan lama dikikis untuk mempersiapkan konstruksi baru yang diharapkan mampu menopang tingginya aktivitas kendaraan di kawasan pusat perdagangan Kota Ambon.
Pengecoran kini telah berlangsung dari kawasan depan Terminal A1 hingga depan Pasar Mardika. Setelah itu, pekerjaan akan terus merambat menuju kawasan Pasar Batu Merah.
Jack, salah seorang pekerja di lokasi, mengatakan pekerjaan pengecoran dilakukan secara bertahap dengan konstruksi beton yang disesuaikan dengan kondisi dan kemiringan ruas jalan.
“Konstruksi beton dilakukan dalam dua tahap, dengan ketebalan 12 sentimeter dan 20 sentimeter, tergantung kondisi kemiringan jalan,” ujarnya.
Setelah seluruh badan jalan rampung dicor, pekerjaan belum berhenti. Tahapan berikutnya adalah pengaspalan untuk menyempurnakan peningkatan ruas vital yang setiap hari menjadi urat nadi pergerakan masyarakat Kota Ambon.
Namun, membangun jalan di kawasan Mardika bukan pekerjaan mudah. Kepadatan kendaraan, aktivitas perdagangan yang nyaris tak berhenti, hingga tingginya mobilitas masyarakat menjadi tantangan besar di lapangan.
Karena itu, para pekerja harus mengatur strategi. Sejumlah pekerjaan bahkan lebih banyak dilakukan pada malam hari demi menghindari gangguan yang lebih besar terhadap aktivitas warga dan para pedagang.
“Kalau siang, aktivitas di sini sangat padat. Banyak kendaraan dan pedagang, sehingga kami lebih banyak bekerja pada malam hari,” kata Jack saat dikonfirmasi wartawan.
Ia mengakui, kondisi cuaca sejauh ini cukup mendukung. Namun, kepadatan lalu lintas dan aktivitas perdagangan menjadi faktor yang paling menentukan kecepatan pekerjaan.
Meski demikian, proyek peningkatan Jalan Pantai Mardika–Batu Merah terus dikebut.
Jika kondisi lapangan tetap memungkinkan, pekerjaan tersebut berpotensi rampung hingga akhir tahun.
Rampungnya proyek ini tentu menjadi harapan besar masyarakat.
Sebab, Jalan Pantai Mardika–Batu Merah bukan sekadar ruas biasa, melainkan salah satu jalur paling sibuk di Kota Ambon.
Kini, di tengah hiruk-pikuk Mardika yang tak pernah benar-benar tidur, suara mesin, pekerja, dan aktivitas pengecoran terus berpacu dengan waktu demi menghadirkan wajah baru bagi salah satu jalur vital ibu kota Provinsi Maluku itu. (M-009)
  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Lolos dari Balik Jeruji, Napi Kasus Pembunuhan Kabur dari Lapas Ambon, Kini Jadi Buruan Polisi
Iklan
Scroll to Top