Desa Kitsuné, Bali, Oase Visioner Yang Menanti Anda

DENPASAR,MENITINI.COM-Kolaborasi inovatif antara Kitsuné’ dan Savaya Group akan menghadirkan era kemewahan yang baru. Pada awal 2024, akan dibuka Desa Kitsuné yang akan menjadi terobosan dalam luxury hospitality dengan oase seluas 5.000 meter persegi, menampilkan empat fasilitas unik yang melambangkan komitmen kuat brand tersebut pada desain inovatif dan keunggulan kreatif.

Di pesisir selatan Bali itu,akan ditemukan perpaduan budaya, seni, dan spiritualitas yang harmonis. Terletak antara Kerobokan dan Pantai Echo, kehidupan di Canggu bernuansa dinamis sekaligus tenteram. Keindahan alamnya, hamparan sawah hijau yang bertemu dengan pasir hitam di Samudra Hindia, menyambut setiap orang untuk menjalani transformasi positif.

Desa Kitsuné akan menjadi satu-satunya destinasi yang memadukan kebudayaan Bali dan art de vivre Kitsuné—konsep gaya hidup yang identik dengan brand tersebut, sangat melekat dalam jati diri Gildas dan Masaya. Desa Kitsuné kelak hadir sebagai tempat ideal yang menawarkan harmoni kegembiraan, alam, hiburan, dan kemewahan.

BACA JUGA:  Angela Tanoesoedibjo Dorong Peningkatan Kualitas Tata Kelola Destinasi Wisata dan Ekraf di Sidoarjo

Desa, merujuk pada daerah pedalaman, merupakan sebuah tempat luar biasa yang mempersembahkan eksplorasi menarik dari Kitsuné, seperti desa kecil yang tak pernah ingin Anda tinggalkan. Berhadapan dengan Oase kegembiraan dan keseruan ini adalah Fox yang ikonis, menyediakan proteksi di segala sudut. Karakter khas Kitsuné juga bertransformasi menjadi totem yang terinspirasi dari seni yang terdapat pada candi Indonesia, mencerminkan seni pahat ala Bali.

“Ketika Anda menggemari label rekaman musik, mode, serta kopi buatan Kitsuné, artinya, kami benar-benar mengutamakan kualitas. Seluruh portofolio tersebut relevan dengan layanan perhotelan, khususnya di Bali, pulau yang menghadirkan energi luar biasa sehingga Anda ingin terus berada di sana. Desa memiliki nuansa pencapaian, sebuah janji besar, sekaligus langkah penting dalam perkembangan Kitsuné,” ujar Gildas Loaec.*

  • Editor: DRL