logo-menitini

China Tolak Penangguhan Status Rusia di Dewan HAM PBB

China menilai penangguhan status keanggotaan seperti ini hanya menyulut pertikaian di tengah peperangan Rusia vs Ukraina
China menilai penangguhan status keanggotaan seperti ini hanya menyulut pertikaian di tengah peperangan Rusia vs Ukraina. (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko)

China meminta semua peserta bekerja sama untuk menciptakan perdamaian dan negosiasi di masa mendatang. “China akan terus memegang posisi yang objektif dan tidak memihak serta memainkan peran yang bertanggung jawab dan konstruktif dalam hal ini,” kata Zhang Jun.


BACA JUGA: Keanggotaan Rusia di Dewan Hak Asasi Manusia Ditangguhkan


Sebelumnya, pada Kamis (7/4), Majelis Umum PBB menggelar jajak pendapat guna menentukan penangguhan sementara status keanggotaan Rusia di Dewan HAM PBB. Hasil resolusi itu menunjukkan sebanyak 93 dari 193 negara anggota Dewan HAM mendukung, 58 suara abstain, dan yang menentang 24 negara.

Sejumlah negara yang mendukung resolusi tersebut yakni sekutu AS, Filipina, Georgia, Myanmar serta yang lain. Adapun yang menolak resolusi itu di antaranya Rusia, China, Kuba, Kore Utara, Iran, Suriah, dan Vietnam.

Mereka yang abstain termasuk India, Brasil, Afrika Selatan, Meksiko, Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Qatar, Kuwait, Iraq, Pakistan, Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia dan Kamboja.

BACA JUGA:  Indonesia - Australia Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Prabowo: Pilar Stabilitas Indo-Pasifik

Sumber: CNN Indonesia

Editor: Ton

Iklan

BERITA TERKINI

Bupati Wayan Adi Arnawa saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 234 pejabat di lingkungan Pemkab Badung, Rabu (11/2),

Bupati Badung Lantik 234 Pejabat

“Sebagai daerah bertaraf internasional, kita harus mulai mengubah paradigma lama. Reformasi birokrasi harus mengedepankan kinerja

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>