logo-menitini

CDC Tuai Kontroversi Usai Pencabutan Rekomendasi Masker untuk Cacar Monyet

CDC cabut rekomendasi masker untuk cacar monyet
CDC cabut rekomendasi masker untuk cacar monyet - Pexels

Tuai Pro Kontra

Sejauh ini, transmisi virus melalui kontak dekat dengan penderita. Tingginya angka kasus juga terduga sebagai akibat kontak seksual terutama pada sesama jenis. Pada kasus sebelumnya, angka pelaku hubungan seksual sesama jenis belum terbuka seperti sekarang sehingga tidak menyebar secepat sekarang. Terkait penyebaran melalui udara, setidaknya satu penelitian laboratorium telah menemukan bahwa virus secara teoritis dapat bertahan di udara dalam waktu cukup lama untuk menyebar melalui tetesan pernapasan dan aerosol dari satu tempat ke tempat lain. Selai itu, CDC mencatat virus cacar monyet dapat menyebar melalui sekresi pernapasan selama kontak tatap muka yang erat dan berkepanjangan.

BACA JUGA:  Kemenkes Pastikan Influenza A (H3N2) Subclade K Terkendali, Tren Kasus Terus Menurun

Meskipun transmisi di udara bukanlah risiko penularan yang paling mendesak, namun juga bukan hal mustahil. Keputusan pencabutan penggunaan masker terkait cacar monyet oleh CDC ini menuai kontroversi. Keputusan ini dianggap lebih mengkhawatirkan karena malah menjadi contoh terbaru dari badan kesehatan masyarakat yang tersandung dalam komunikasinya kepada publik. Badan kesehatan masyarakat seperti CDC seharusnya dapat memberi rekomendasi tegas sesuai fakta pada lapangan, bukan malah menimbulkan kerancuan. Mirip dengan yang terjadi sebelumnya selama pandemi COVID-19. CDC sendiri telah berulang kali mengatakan bahwa orang dapat berhenti memakai masker untuk kasus COVID-19 di berbagai titik selama dua tahun terakhir. Sayangnya rekomendasi ini malah berlaku on-off ketika angka kembali naik. (M-010)

BACA JUGA:  Layanan Kesehatan Mental Digital Dinilai Jadi Solusi Akses dan Stigma di Indonesia
Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>