“Membangun desa sama artinya membangun Indonesia. Jika desa tertinggal, maka Indonesia juga akan tertinggal. Salah satu program strategis Kementerian Desa adalah Desa Ekspor yang membuka akses langsung desa ke pasar global,” ujar Yandri.
Ia mencontohkan Desa Kertasana di Pandeglang yang berhasil mengekspor kopi dan ikan ke Prancis, Inggris, dan Kanada. Selain itu, Desa Ngoran di Blitar mampu mengekspor alat musik gendang djembe ke Tiongkok melalui BUMDes dengan pendapatan mencapai Rp18 miliar per tahun. Hal tersebut dinilai sebagai bukti bahwa desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional jika diberikan ruang dan dukungan.
Usai menerima penghargaan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas kerja kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Badung, pemerintah desa dan kelurahan, serta partisipasi aktif masyarakat. Ia menegaskan komitmen Pemkab Badung untuk terus memperkuat peran desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pembangunan dan pelayanan publik.
“Terima kasih kepada seluruh pemerintah dan masyarakat desa yang telah berperan aktif membangun Kabupaten Badung, khususnya Desa Darmasaba yang berhasil meraih Juara I Lomba Desa Tingkat Nasional Regional II dan dapat menjadi contoh dalam peningkatan tata kelola pemerintahan desa,” katanya.








