“Sebagai daerah bertaraf internasional, kita harus mulai mengubah paradigma lama. Reformasi birokrasi harus mengedepankan kinerja dan profesionalitas. Saya berharap ada penyegaran yang mampu mendongkrak kinerja perangkat daerah,” jelasnya.
Ke depan, Adi Arnawa juga membuka peluang penerapan mekanisme bidding maupun manajemen talenta untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di lingkungan Pemkab Badung.
Sebelum prosesi pelantikan, pejabat beragama Hindu mengikuti upacara mejaya-jaya yang dipuput Ida Pedanda Gede Putra Cau dari Griya Munggu, Desa Ayunan, Abiansemal, di Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung.
Sejumlah pejabat eselon II mengalami rotasi jabatan. I Wayan Wijana berpindah dari Kepala Dinas Pertanian dan Pangan menjadi Asisten Administrasi Umum Setda Badung. Gde Eka Sudarwitha yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kebudayaan kini memimpin Dinas Sosial.
I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra yang sebelumnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dipercaya menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Badung. Sementara Ida Bagus Gede Arjana yang sebelumnya menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan kini memimpin Badan Riset dan Inovasi Daerah.
Kepala Dinas Perhubungan AA. Ngurah Rai Yuda Darma bergeser menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. I Made Agus Aryawan dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP dilantik sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung.
Luh Suryaniti yang sebelumnya Inspektur Badung kini menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung. I Wayan Putra Adnyana berpindah dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.









