“Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar pengelolaan sampah berjalan optimal dan menjadi budaya berkelanjutan,” tegasnya.
Selain itu, Adi Arnawa juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan terciptanya kedamaian dunia, khususnya bagi negara-negara yang tengah dilanda konflik.
Sementara itu, Perwataka Karya I Ketut Catur Sanjaya menjelaskan, pelaksanaan yadnya merupakan hasil paruman krama Banjar Adat Uma yang mengacu pada arahan para pelingsir serta Bendesa Adat Kapal.
Ia menyebut, upacara ini digelar menyusul rampungnya pembangunan Balai Banjar Uma. Mengingat karya serupa terakhir dilaksanakan sekitar 30 tahun lalu, krama sepakat kembali menggelar yadnya sebagai bentuk penyucian sekaligus penguatan nilai spiritual.
“Tujuan utama karya ini adalah untuk Ngadegang Ida Ratu Betara Begawan Penyarikan yang berstana di Balai Banjar Uma, sekaligus menyucikan bangunan balai banjar yang baru serta gedung serbaguna di wilayah Dukuh,” jelasnya.
Sebelum puncak acara pada 2 April mendatang, rangkaian upacara telah diawali dengan berbagai kegiatan, termasuk matur piuning dan nunas tirta di Pura Desa Adat Kapal serta sejumlah pura lainnya di lingkungan setempat. (M-011)
- Editor: Daton









