BADUNG, MENITINI.COM – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Badung terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.
Apresiasi itu disampaikan Adi Arnawa seusai mengikuti Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama di Ruang Sidang Utama Gosana Sekretariat DPRD Badung, Jumat (11/9/2026).
Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti tersebut, sejumlah fraksi menyampaikan masukan, catatan, dan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terkait arah kebijakan perubahan APBD 2026.
Adi Arnawa mengatakan, secara prinsip fraksi-fraksi DPRD mendukung kebijakan Pemkab Badung yang memberikan porsi besar terhadap pembangunan infrastruktur.
“Secara prinsip saya mendengar dari pemandangan umum fraksi-fraksi bahwa yang pertama adalah sepakat dan mendukung bahwa langkah kami terkait dengan pengalokasian anggaran yang lebih banyak di sektor pada sektor infrastruktur dengan total 59,23% dari total Belanja. Bahwa ini merupakan komitmen kami dalam meningkatkan infrastruktur untuk menunjang pariwisata,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu upaya menjawab tantangan perkembangan pariwisata di Badung. Pemkab Badung juga akan membenahi fasilitas yang selama ini menjadi perhatian masyarakat serta memperkuat konektivitas antarkawasan melalui pembangunan jaringan jalan.
Di sisi pendapatan, Adi Arnawa menyebut terdapat peningkatan proyeksi pendapatan dalam perubahan APBD 2026. Pendapatan yang sebelumnya sekitar Rp10,3 triliun dalam APBD induk meningkat menjadi Rp10,5 triliun.
Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan meningkat dari sekitar Rp9,5 triliun menjadi lebih dari Rp9,7 triliun.
“Ini menunjukkan bahwa eksekutif dalam ini sangat-banyak serius dan penuh optimisme untuk menghadapi tantangan-tantangan sekaligus problem yang kami hadapi terkait dengan menjaga pariwisata untuk tetap berkelanjutan sebagaimana komitmen kita bersama,” ujarnya.
Penataan Kuta Dilakukan Bertahap
Menanggapi catatan fraksi mengenai kawasan Kuta yang dinilai masih belum tersentuh penataan secara optimal, Adi Arnawa mengatakan Pemkab Badung telah melakukan penataan secara bertahap.
Menurutnya, beautifikasi kawasan, penataan pedestrian, hingga pembenahan utilitas terus dilakukan untuk memperkuat kembali citra Kuta sebagai salah satu kawasan pariwisata utama di Badung.
Namun, ia menegaskan pembangunan kawasan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan anggaran pemerintah.
“Semua ini tidak akan cukup dengan politik anggaran kami, dengan komitmen kami, tetapi juga kami berharap dukungan dari semua stakeholder, masyarakat, desa adat, dan secara keseluruhan masyarakat kita di Badung ini,” katanya.
Adi Arnawa optimistis penataan dapat berjalan lebih maksimal apabila seluruh pemangku kepentingan membangun sinergi dan kolaborasi.
Sementara terkait evaluasi realisasi fisik yang masih menyisakan sekitar 30 persen dari anggaran, ia meminta Sekretaris Daerah Badung dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera melakukan akselerasi pengerjaan.
Ia mengingatkan percepatan perlu dilakukan mengingat Badung mulai memasuki periode yang berpotensi menghadapi kendala cuaca, terutama musim hujan yang dapat memengaruhi pekerjaan fisik di lapangan.
“Oleh karena itulah, agar Sekda Badung beserta OPD ini agar benar-benar, apa yang menjadi saran fraksi ini menjadi perhatian dan atensi, sehingga pada masuk ke semester kedua ini harus mulai digenjot lagi,” tegasnya.
Adi Arnawa berharap berbagai kebijakan pembangunan yang dilakukan Pemkab Badung, khususnya di sektor infrastruktur, dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di daerah tersebut. (M-011)
- Editor: Daton

