Bupati Badung Ungkap Solusi Atasi Kemacetan Canggu, Jalan Alternatif 4,7 Km Dikebut

Bupati Adi Arnawa saat hadiri Porsenides Desa Canggu 2026 di Lapangan Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Sabtu (22/8).
Bupati Badung Adi Arnawa saat menghadiri Porsenides Desa Canggu 2026 di Lapangan Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Sabtu (22/8). (Foto: Humas Badung)

BADUNG,MENITINI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan kemacetan yang kian parah di kawasan Canggu dan Tibubeneng seiring pesatnya pertumbuhan pariwisata.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan salah satu solusi yang tengah dikebut adalah pembangunan jalur konektivitas alternatif sepanjang sekitar 4,7 kilometer.

Hal itu disampaikan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian Pekan Olahraga dan Seni Desa (Porsenides) Desa Canggu 2026 di Lapangan Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Sabtu (22/8).

Menurutnya, jalur alternatif tersebut akan menghubungkan kawasan Canggu, Berawa, Banjar Umalas, Seminyak, Kedampang hingga Teuku Umar Barat. Pembangunan ruas tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.

“Untuk tahap awal 2026, kami berharap ruas sepanjang 4,7 kilometer ini dapat diselesaikan pada akhir Desember nanti,” kata Adi Arnawa.

Ia berharap pembangunan jalur tersebut mampu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata sehingga tidak seluruhnya bertumpu di kawasan Canggu dan Tibubeneng.

Infrastruktur ini diharapkan mampu mendistribusikan arus lalu lintas secara optimal dan memecah konsentrasi kendaraan di Canggu serta Tibubeneng,” ujarnya.

BACA JUGA:  Lantik 163 Pejabat, Bupati Badung Tekankan Kinerja dan Tanggung Jawab

Adi Arnawa menilai persoalan kemacetan perlu segera ditangani karena dapat berdampak terhadap kenyamanan wisatawan sekaligus daya saing destinasi pariwisata.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Badung juga memproyeksikan pembangunan jalan pintas atau shortcut dari kawasan Gatot Subroto Barat. Proyek tersebut direncanakan masuk dalam tahun anggaran 2027–2028.

“Jangan sampai destinasi yang sangat diminati justru menghadapi kejenuhan akibat persoalan mobilitas,” tegasnya.

Tekankan Pariwisata Berbasis Budaya

Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa juga menyaksikan pementasan fragmen tari “Ki Begawan Canggu” yang mengangkat sejarah dan asal-usul Desa Canggu.

Ia memberikan apresiasi terhadap pementasan tersebut karena dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya.

“Fragmen tari ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi menjadi medium untuk menjaga memori kolektif, nilai budaya, dan jati diri masyarakat,” katanya.

Menurutnya, kekuatan pariwisata Bali tidak semata-mata bergantung pada fasilitas dan keindahan alam. Identitas budaya masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing destinasi.

BACA JUGA:  Badung Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Belanja Infrastruktur Capai 59,8 Persen

“Ketika sejarah dan budaya dikemas secara kreatif, desa dapat memperkuat daya saing destinasi dan menghadirkan pengalaman wisata yang autentik,” ujarnya.

Selain menghadiri kegiatan seni budaya, Bupati Adi Arnawa juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang turnamen bola voli Porsenides Desa Canggu 2026.

Tim Porba Banjar Babakan keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Macan Canggu, sedangkan juara ketiga diraih Putra Roket Banjar Tegal Gundul.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Badung Made Suryananda Pramana dan I Gede Aryantha, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa, Perbekel Canggu I Wayan Suarya, Perbekel Pererenan, perwakilan Perbekel Tibubeneng, Bendesa Adat Canggu I Nyoman Siana, serta sejumlah tokoh adat dan masyarakat Canggu. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan
Scroll to Top